![]() |
| Citra Satelit [BMKG] |
CENDANANEWS (Jayapura) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura mengklaim tak ada hujan es yang terjadi di Kabupaten Puncak dan Lanny Jaya, yang mana beberapa waktu terakhir beredar kabar adanya fenomena alam tersebut.
Staf bidang pelayanan BMKG wilayah V Jayapura, Finnyalia mengatakan fenomena tersebut bukanlah hujan es, melainkan suhu dingin disekitaran daratan yang ada di dua kabupaten tersebut dibawah rata-rata, membuat embun yang dihasilkan setiap malam menjadi es di setiap tumbuhan dan pepohonan yang ada.
“Menurut analisa kami, suhu disana (Lanny Jaya dan Puncak) mencapai 0 hingga 10 derajat celsius dengan dukungan angin yang sangat kering. Itu sebenarnya bukan fenomena hujan es. Itu sebenarnya embun, dan kalau pagi tanaman yang menghasilkan air dapat menjadi es,” kata Finnyalia, Sabtu (18/07/2015).
Setiap tahun, lanjutnya, saat ini di wilayah Papua ini mengalami Elmino menengah atau fenomena alam yang menyebabkan kemarau dan belum dipastikan berapa lama situasi tersebut. Menurutnya, jangka waktu elmino biasanya sangat panjang.
“Kalau Elmino biasanya sampai sebulan, ini merambat dari wilayah pasifik bagian timur ke wilayah Papua dan ini akan berakhir biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan, diperkirakan bisa sampai bulan Agustus mendatang,” ujarnya.
Saat ini BMKG belum dapat memastikan setiap perubahan cuaca yang ada di daerah Kabupaten Puncak dan Lanny Jaya, lantaran tidak ada alat pengamatan cuaca di daerah tersebut.
“Kami hanya dapat lakukan analisa melalui satelit, karena alat pengamatan cuaca disana tidak ada,” imbuhnya.
Sementara, Bupati Kabupaten Lanny Jaya, Befa Jigibalom mengatakan cuaca ekstrim yang terjadi dipagi hari yakni embun yang turun berubah sejenis cairan yang berminyak, saat siang hari tanaman masyarakat menyadi layu. Jadi, lanjut Bupati, ketika hujan tiba maka tanaman akan membusuk dan mati.
“Sebelas orang yang meninggal dunia akibat cuaca ekstrem, sebagian besar yang meninggal masih anak-anak,” kata Befa beberapa waktu lalu di Kota Jayapura.
Menurutnya, pemerintah Kabupaten Lanny Jaya telah mengirim satu ton beras ketiga distrik yang mengalami musibah yakni Distrik Kuyawage, Wanua Barat dan Distrik Gua Balim. Pihaknya juga telah menyiapkan obat-obatan dan tim medis yang diterbangkan kelokasi bencana.
“Pemda telah siapkan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk membantu masyarakat yang mengalami kelaparan,” ujarnya.
——————————————————-
SENIN, 20 Juli 2015
Jurnalis : Indrayadi T Hatta
Fotografer : Indrayadi T Hatta
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-