| Irwasda, Direskrimum dan Humas Polda Papua saat menerima aspirasi wartawan |
CENDANANEWS (Jayapura) – Puluhan wartawan dari berbagai media cetak elektronik di Kota Jayapura kembali berunjuk rasa. Kali ini puluhan wartawan yang tergabung dalam solidaritas wartawan lakukan aksinya di Mapolda Papua dan Kantor Gubernur Provinsi Papua.
Massa menuntut kepihak kepolisian, agar segera memanggil Bupati Biak untuk diperiksa atas dugaan pemukulan terhadap seorang wartawan surat kabar harian (SKH) Cenderawasih Pos (Cepos), Sabtu (09/05/2015) lalu,
Dalam aksi kali ini, puluhan wartawan berjalan mundur sepanjang 500 meter menuju halaman Mapolda Papua yang selanjutnya lakukan orasi menentang kekerasan terhadap wartawan. Tidak hanya itu, ratusan mahasiswa asal Kabupaten Biak juga turut bergabung bersama solidaritas wartawan Papua, sayang kepolisian tidak memperbolehkan ratusan mahasiswa masuk ke area Polda Papua.
Robert Vanwi, salah satu solidaritas wartawan Papua, mengaku aksi yang dilakukan pada hari kedua ini bertujuan guna mendorong dan meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut kasus tersebut hingga tuntas, tanpa ada campur tangan dari pihak Bupati dan antek-anteknya.
“Lawan segala bentuk premanisme kepada wartawan, karena sangat mengancam kebebasan Pers, untuk itu Polisi harus segera bertindak,” ujar Vanwi saat berorasi, Selasa (12/05/2015).
Beberapa menit kemudian, Irwasda Polda Papua, Kombes Petrus Waine dan Direskrimum, Kombes Pol Dwi Rianto menerima aspirasi puluhan wartawan. Polisi berikan atensi pada kasus pemukulan wartawan di Biak, namun penanganannya tetap dipercayakan sepenuhnya di Polres Biak.
“Kami sangat serius tangani kasus ini, laporan korban sudah diterima Polres, saat ini penyidik sedang kumpulkan keterangan saksi dan barang bukti,” kata Kombes Pol Petrus Waine.
Pihaknya meminta para jurnalis tetap yakin kepada Polisi dalam menangani kasus pemukulan itu tersebut. Namun, menurut Petrus, kalau memang dapat ditempuh jalan kekeluargaan, Polisi juga siap melaksanakannya.
Ditempat yang sama, Direskrimum Polda Papua, Kombes Pol Dwi Rianto mengatakan Polda Papua memberikan supervisi kepada Polres Biak dalam menangani kasus pemukulan yang dilakukan Bupati kepada wartawan. “Kami berikan perhatian untuk kasus ini,” kata Dwi secara singkat.
Tidak sampai disitu, puluhan wartawan ini melanjutkan aksinya ke kantor Gubernur Provinsi Papua, dalam aksi tersebut puluhan wartawan terus meneriakkan “Gubenur harus bersikap tegas kepada bupati yang melakukan tindak kriminal,” kata Siagian koresponden media Nasional untuk Papua.
Hampir setengah jam lakukan orasi di halaman kantor Gubenur Provinsi Papua, tak satupun pejabat Pemprov Papua menemui dan menerima aspirasi para jurnalis. Aksi ini pun ditutup dengan berjalan undur ke pintu gerbang utama kantor tersebut.
————————————————-
Selasa, 12 Mei 2015
Jurnalis : Indrayadi T Hatta,
Foto : Indrayadi T Hatta,
Editor : ME. Bijo Dirajo
————————————————-