![]() |
| Workshop Pemerintah Kulon Progo bersama PT Angkasa Pura |
CENDANANEWS (Kulon Progo) – Pembangunan Bandara yang menggunakan lahan pertanian berdampak kepada masyarakat sekitar terutama dalam mata pencarian. Menyikapi hal tersebut pihak Angkasa Pura akan mengambil langkah strategis agar warga tersebut tidak jatuh kedalam kemiskinan.
” Angkasa Pura ingin memberikan lebih Untuk daerah istimewa ini, bandara yang istimewa ini harus ada satu treatment yang istimewa pula” kata Humas Tim Persiapan Bandara dari PT Angkasa Pura, Aryadi Subagyo dalam kegiatan workshop di Kulon Progo, Selasa (12/5/2015) .
Disebutkan, selain memberikan ganti kerugian yang layak, kepada para petani yang terpaksa kehilangan mata pencahariannya, Angkasa Pura bekerja sama dengan UGM memberikan pelatihan alih profesi.
“Sudah didata seluruh warga terdampak, by name, by address, namanya siapa, alamatnya mana, keahlian dasarnya apa, potensi yang bisa dikembangkan apa,”katanya.
Dijelaskan, setelah mendapatkan pelatihan, masyarakat sekitar akan dipekerjakan sesuai kemampuan dan keterampilan yang ditempatkan pada masa kontruksi, masa operasional bandara, atau sebelumnya pada saat pembangunan pemukiman pengganti.
“Atau juga misalnya tidak disitu, pemukiman pengganti itu kami rancang sebagai kampung jawa. Seperti di Korea semua wisatawan yang sempat ke Korea itu, begitu turun dari pesawat, naik bis harus masuk ke kampung tradisional korea,dan ini wajib hukum nya” jelas Aryadi.
Hal tersebut dikarenakan, di Jogja desa wisata sudah banyak namun kurang dalam keunggulan komparasi, dan dengan adanya keberadaan Bandara baru ini konsep kampung jawa lah yang akan kita bangun.

Hal Senada juga diungkapkan GM Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta Andi Gunawan Wirson.
“Keberadaan kami itu hanya di airport dan fasilitas pendukung utama,namun di area 5km seputar bandara itu pemda yang mempunyai kekuasaan. Konsep city aiport harus sudah di rencanakan dari sekarang oleh pemda” ujar Andi Gunawan Wirson.
Menurut GM Angkas Pura I ini, kedepanya Angkasa Pura sendiri membutuhkan tenaga kerja sampai 35rb orang.
“Hampir 50% tenaga itu tidak perlu status Sarjana dan Kami akan prioritaskan tenaga lokal pribumi, ini bukan sekedar omong kosong,jadi saya harap pemda dan para aparatur nya harus sudah siap dan mampu menempatkan warganya sebagai bagian dari angkasa pura” tambah Andi Gunawan Wirson.
Para peserta sangat tertarik dan serius dengan workshop ini,sepertinya ingin lebih mengetahui dengan jelas gambaran terkait rencana pembangunan bandara, apa saja yang yang akan dilaksanakan dan bagaimana peran masing-masing.
Baik Angkasa Pura maupun Pemerintah Daerah, terkait pembangunan bandara yang diharapkan akan menjadi jembatan emas dalam rangka meningkatkan perekonomian serta kesejahteaan bagi masyarakat Kulon Progo.
Sementara itu, dengan adanya bandara di Kabupaten Kulon Progo akan memberikan perubahan yang sangat cepat daerah tersebut. Dan untuk itu perlu peningkatan kualitas aparatur pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kulon Progo saat melakukan workshop bersama PT Angkasa pura di Gedung Kaca Kompleks pemda setempat (12/5/15). Kegiatan ini di ikuti 394 Pejabat Eselon IV di Lingkungan Pemkab Kulon Progo
“Melalui workshop ini diharapkan para Pejabat Eselon IVa, yang merupakan para pemimpin kegiatan SKPD, akan dapat membangun Kabupaten Kulon Progo sesuai dengan ketugasan SKPD-nya masing-masing secara profesional, efektif dan efisien” kata Wabup saat membacakan sambutan Bupati Kulon Progo.

————————————————-
Selasa, 12 Mei 2015
Jurnalis : Mohammad Natsir
Foto : Mohammad Natsir
Editor : ME. Bijo Dirajo
————————————————-