Jalan Nasional yang Ambrol di Lampung Selatan Mulai Diperbaiki

Truk melintas di dekat tumpukan material perbaikan jalan ambrol di Lampung
CENDANANEWS(Lampung) – Kerusakan ruas jalan nasional tepatnya di Jalan Lintas Sumatera Desa Blambangan Kecamatan Penengahan mulai diperbaiki. Kerusakan jalan akibat gerusan air dan membuat longsor tepian Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tersebut sudah terjadi sejak bulan Januari 2013.
Masyarakat yang melintas di jalan tersebut bahkan harus ekstra hati hati sebab tepian badan jalan tepat di depan pondok pesantren Ushuludin tersebut ambrol. Dan kondisi longsoran mengancam badan jalan. Besi penyangga separator jalan pun sempat terangkat karena tanah penyangga sudah longsor. 
Perbaikan awal dilakukan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Lampung dengan memberi tanah urugan di lokasi yang longsor namun akibat labilnya kondisi tanah yang terletak di atas gorong gorong membuat longsoran kembali muncul.
“Longsoran tepian badan jalan hanya sekitar 30 centimeter dari badan jalan. Sangat berbahaya bagi kendaraan yang melintas. Terutama pada saat malam hari dan sudah terjadi selama dua tahun terakhir baru diperbaiki,” ungkap Sibuhan (45) warga Desa Blambangan yang rumahnya berada di dekat lokasi tersebut kepada media ini Selasa (26/5/2015).
Ia bahkan mengungkapkan jika tak segera dilakukan perbaikan dikuatirkan akan terjadi longsoran susulan. 
Sementara itu salah satu pekerja perbaikan longsoran, Abdulah (34) mengungkapkan pengerjaan perbaikan dilakukan dengan membuat bronjong dari kawat yang diisi dengan batu.
Dari pantauan, bronjong berukuran panjang sekitar 15 meter tersebut sedang dikerjakan oleh beberapa pekerja dan diisi dengan batu. Abdulah mengungkapkan akan terus memasang bronjong hingga ketinggian bronjong menyamai bahu jalan sekitar 4 meter lebih dan selanjutnya diurug dengan batu dan koral.
Sementara itu Kepala Unit Pelayanan Tekhnis Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lampung Selatan, Budhi saat dikonformasi mengungkapkan pengerjaan perbaikan dilakukan oleh pusat. Ruas jalan Lintas Sumatera terutama di beberapa bagian yang rusak memang menjadi tanggungjawab bagian Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan Jembatan Nasional (P2JN).
“Itu tanggungjawab pusat karena status jalan adalah jalan nasional dan kerusakan berada di lokasi yang merupakan jembatan,” ungkap Budi.
Perbaikan dilakukan untuk mengantisipasi longsor susulan dan menghadapi persiapan bulan Ramadhan dan arus liburan mudik serta arus balik lebaran yang menggunakan Jalan Lintas Sumatera. 
Persoalan kerusakan jalan di Lampung sudah menjadi permasalah klasik yang masih belum terpecahkan. Bahkan menurut salah satu warga Penengahan, Aminudin (34) perbaikan jalan di jalan nasional sekalipun seperti terkesan menggunakan sistem tambal sulam. Beberapa ruas jalan yang rusak diperbaiki namun kembali rusak.
Baca juga:  Kondisi Aspal Jembatan di Ruas Jalan Nasional Memprihatinkan
Warga berharap agar ruas jalan yang rusak tersebut segera diperbaiki sebab membahayakan pengguna kendaraan terutama di malam hari ditambah lampu penerangan jalan yang sebagian besar mati.
“Sempat diperbaiki tapi hanya ditambal sepertinya sehingga kini mulai terlihat lagi lubangnya dan sangat membahayakan pengguna jalan,” ungkap Aminudin.
Seperti yang terjadi di Desa Kuripan  hingga kini kerusakan jalan di atas jembatan yang merupakan jalan nasional tersebut memiliki kedalaman sekitar 5 centimeter dengan panjang mencapai 5 meter. Selain itu beberapa alur lubang terjadi di atas bahu jalan yang berada di atas jembatan terbuat dari besi tersebut.

——————————————————-
Selasa, 26 Mei 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...