Harga Murah, Petani Diminta tidak Menjual Gabah ke Rekanan

Petani di NTB saat panen
CENDANANEWS (Mataram) – Komandan Korem 162/ Wira Bhakti, Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede meminta kepada para petani di seluruh Nusa tenggara Barat (NTB) menyimpan terlebih dahulu padi yang sudah dipanen dan tidak menjualnya kepada para stakeholder rekanan atau mitra.
Pasalnya harga pembelian yang dilakukan pihak Balai Urusan Logistik (Bulog) NTB tidak sesuai dengan harga pokok pembelian (HPP) sebagaimana yang telah ditetapkan pemerintah pusat, karena Bulog melakukan pembelian gabah tidak lansung ke petani, melainkan melalui pihak ketiga yaitu rekanan dan mitra
Disebutkan, pemerintah sudah menetapkan harga gabah petani melalui HPP sebesar 3.700 perkilo, karena Bulog melakukan pembelian melalui perantara yang akan menyebabkan harga dari petani menjadi lebih murah. 
“Secara tidak langsung Bulog tidak melaksanakan kebijakan pemerintah dan petani akan merugi karena harga dipetani tidak mungkin sama sebesar 3.700 perkilogram,” kata Rudy di Mataram, Kamis (21/5/2015).
Rudy mengatakan, para stakeholder termasuk Bulog pada ahirnya terkesan hanya mencari untung dan mengabaikan bagaimana kesulitan petani selama ini, mulai dari penanaman hingga panen, belum lagi tenaga dan biaya yang dikeluarkan, dengan harga segitu jelas tidak sebanding.
Ditambahkan Rudy sekarang ini sudah ada anak perusahaan pupuk petrokimia di NTB yang sanggup membeli dengan harga HPP bahkan lebih, dan hal tersebut dapat menjadi pilihan bagi petani.
“Saya sudah perintahkan kepada seluruh Babinsa, supaya para petani kita mendaftarkan gabahnya untuk dijual melalui anak perusahaan Petrokimia ini,”katanya.
Lebih lanjut Rudy mengingatkan, jika Bulog tidak melakukan perubahan, panen berikutnya mungkin akan terjadi hal serupa dan penjualan beralih pada pesaing.
TNI yang saat ini gencar dalam pertanian juga membuat berbagai percontohan,  diantarana satu hektar sawah yang menggunakan cara bertanam yang baik dengan sistim tanam Jajar Legowo, termasuk akan membawa varieties unggul, namanya kartika 182.
——————————————————–
Kamis, 21 Mei 2015
Jurnalis      : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor        : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...