Cegah Pelanggaran HAM, Kodam Cenderawasih Gelar MTT

Peserta MTT menerima penataran dari instruktur
CENDANANEWS (Jayapura) – Mobile Team Training (MTT) penataran Hukum Humaniter dan Ham bagi Perwira komunitas Intelijen, Operasi dan territorial dan di ikuti 40 prajurit sejajaran Kodam XVII Cenderawasih, pagi tadi resmi dibuka Pangdam, Mayjen TNI Fransen G. Siahaan di di Aula Tony A Rompis, Makodam XVII Cenderawasih. 
“Dilaksanakannya MTT penataran Hukum Humaniter dan Ham tersebar ini diharapkan kepada seluruh prajurit Kodam XVII Cenderawasih meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang ketentuan-ketentuan serta prinsip-prinsip Hukum Humaniter dan Ham sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas,” kata Pangdam di Kota Jayapura, Senin (20042015).
Ia juga katakan, kedepan tantangan tugas TNI semakin kompleks. Kemampuan prajurit yang profesional tidak hanya menguasai di bidang olah keprajuritan semata, tetapi diperlukan pengetahuan tambahan lainnya termasuk pengetahuan tentang Hukum Humaniter dan Ham kepada setiap prajurit.
“Sehingga kesalahan prosedur dapat diminimalisir, khususnya dalam pelaksanaan tugas operasi di lapangan. Prinsipnya Hukum Humaniter yang diratifikasi, bukan untuk menghalangi prajurit dalam melaksanakan tugas, namun justru menjadi alat pemandu dan rambu-rambu tentang cara, sasaran serta alat perlengkapan yang dapat digunakan secara sah dalam pelaksanaan operasi militer,” ujarnya.
Menurutnya, timbulnya berbagai kasus pelanggaran HAM yang telah terjadi di masa lalu disebabkan kurangnya pengetahuan di bidang Hukum dan HAM, sehingga terjadi keragu-raguan dalam mengambil tindakan serta terjadinya kesalahan prosedur dalam mengambil tindakan.
“Oleh karenanya, perlu diadakan penataran atau pembekalan tentang Hukum di lingkungan TNI-AD, baik secara formal di lembaga pendidikan maupun non formal, karena pada hakekatnya merupakan salah satu upaya dari unsur pimpinan TNI-AD untuk mengurangi terjadinya pelanggaran dalam melaksanakan tugas,” kata Jenderal berbintang dua itu.
Pangdam XII Cenderawasih menyalami peserta MTT
Pentingnya kegiatan ini, lanjut Pangdam, agar tim Penatar menyajikan seluruh materi secara utuh dan komprehensif, sehingga peserta penataran dapat memahami, menghayati dan menyerap ilmunya secara benar dan maksimal.
“Kepada seluruh peserta penataran agar melakukan intropeksi terhadap kelemahan dan kekurangan sebagai bahan evaluasi dan selalu pedomani Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI agar misi Kodam XVII Cenderawasih untuk menciptakan kasih dan damai di tanah Papua serta sesanti Ksatria Pelindung Rakyat dapat terwujud,” tuturnya.

———————————————-
Senin, 20 April 2015
Jurnalis : Indrayadi T Hatta
Fotografer : Indrayadi T Hatta
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...