Hujan Akibatkan Pembusukan Batang Tanaman Cabe

Tanaman Cabe [Foto : cendananews – Hendricus Widiantoro]

CENDANANEWS – Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi akhir akhir ini di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung dengan turun huja secara tiba tiba serta panas yang tak merata berdampak pada budidaya cabe merah besar milik petani. Salah seorang petani di Desa Pasuruan Suratin (30) mengaku hujan mengakibatkan air yang tak merembes di antara lahan tanaman cabe miliknya berdampak pada pembusukan akar, batang tanaman cabe miliknya.

Berdasarkan pengalamannya dalam menanam cabe proses pembuatan tanggul tanggul serta saluran air untuk mengalirkan air pun sudah dilakukannya. Tetapi ia mengaku hujan deras disertai angin yang terjadi sering pada malam hari membuat ia tak bisa maksimal mengontrol tanaman cabe miliknya.
“Saya selalu memeriksa tanaman cabe ini setiap pagi dan sore, sambil memperbaiki mulsa yang terkadang tergenang oleh air atau mengalirkan air yang tergenang akibat hujan. Tapi hujan selalu malam turunnya saya tak sempat memeriksa tanaman cabe ini,” ujar Atin kepada Cendananews.com Jumat (13/3/2015).
Lahan untuk menanam cabe yang digarapnya saat ini seluas sekitar setengah hektar yang merupakan tanah “bengkok” atau tanah desa. Suratin mengaku melakukan sistem sewa lahan untuk menanam cabe merah yang dibudidayakannya. Kondisi cuaca yang ekstrem akhir akhir ini diakuinya berdampak pada produktifitas cabe yang kurang maksimal.
Pertama, ungkapnya, dari mulai bunga, dari pemeriksaan yang dilakukannya banyak bunga yang rontok padahal cabe tersebut sebagian sedang berbunga meski diantaranya sudah berbuah dan mulai memerah siap untuk dipetik.
Selain mengalami kerontokan pada bunga, beberapa bagian tanaman terutaam di akar pun membusuk akibat air hujan yang merembes ke bagian akar dan merembet ke bagian batang. Batang yang layu dan mengering tersebut mati dan tak menghasilkan sehinga harus dibuang.

“Kalau bunga cabe rontok maka dipastikan produktifitas cabe menurun. Apalagi semua modal yang saya terapkan di sini sebagian adalah modal pinjaman,” ujar Suratin.
Suratin mengungkapkan harga cabe merah saat ini di pasaran mencapai Rp24.837 per kilogram. Meskipun harga termasuk masih murah tapi Surain berharap harga untuk petani cabe sepertinya akan membaik.
Suratin mengaku menjual cabe miliknya ke pengusaha cabe yang akan mengirimnya ke berbagai pasar di wilayah Lampung atau dibawa ke Pulau Jawa.

———————————————————-
Jumat, 13 Maret 2015
Jurnalis : Henk Widi
Editor   : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...