
CENDANANEWS– Damar mata kucing merupakan komoditas hasil perkebunan unggulan dari Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Sejak zaman Kolonial Belanda, getah damar mata kucing asal kabupaten ini sudah termasyhur ke seantero dunia.
Getah yang keluar dari batang tanaman Damar digunakan sebagai bahan baku utama dalam industri pembuatan cat, tinta, farmasi dan kosmetik. Hingga saat ini kualitas getah damar asal Kabupaten Pesisir Barat merupakan yang terbaik di dunia. Wajar saja jika tanaman bernama latin Shorea javanica ini menjadi ikon kemakmuran penduduk setempat.
Hampir seluruh wilayah Kabupaten Pesisir Barat dipenuhi dengan perkebunan damar milik penduduk. Areal pekebunan damar penduduk Pesisir Barat membentang mulai dari Kecamatan Lemong yang berbatasan dengan Provinsi Bengkulu.Kemudian, Kecamatan Karyapenggawa, Waykrui, Pesisir Tengah, Pesisir Selatan, Ngambur, Bengkunat, hingga Bengkunatbelimbing perbatasan dengan Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
Beberapa negara tujuan utama ekspor getah damar mata kucing diantaranya, India, Jerman, Philipina dan sejumlah negara lain di Benua Eropa dan Amerika.
Berdasarkan kondisi tersebut, tanaman damar tentu sangat potensial dikembangkan sebagai penggerak utama perekonomian masyarakat. Budidaya damar juga tidak hanya bermanfaat dari sisi ekonomi, tetapi juga pelestarian ekosistem hutan.
Ironisnya, keberadaan komoditas unggulan tersebut saat ini justru terancam punah.
“Sekarang pohon damar di sini mulai berkurang, banyak yang sudah tidak produktif. Kemudian ditebang oleh pemiliknya, kayunya dijual untuk kebutuhan ekonomi masayrakat,” ujar Wawan, salah seorang pemilik kebun damar di Kecamatan Waykrui.
Menurut dia, sebagian besar kebun damar merupakan warisan turun-temurun.
“Kebun damar di sini kebanyakan warisan turun-temurun dari datuk (kakek) dan orang tua kami. Jarang yang melakukan peremajaan atau tanam kembali, karena pohon damar baru bisa disadap getahnya jika sudah berusia 25 sampai 30 tahun,” terangnya.
Dalam siaran pers yang diterima Cendannews.com dijelaskan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi kepunahan komoditas damar dari wilayah tersebut.
“Damar ini ikon Pesisir Barat yang sekarang produksinya mulai menurun, bahkan keberadaan kebun dan tanaman damar juga terancam punah. Ini menjadi perhatian serius kita,” kata Ripzon Efendi seorang tokoh masyarakat Pesisir Barat.
Menurut Ripzon, pihaknya akan mencari tahu penyebab turunnya produksi getah damar dan ancaman kepunahan tanaman tersebut.
“Kalau penyebabnya sudah diketahui, akan menjadi masukan bagi Pemkab Pesisi Barat untuk mencarikan solusi, agar Damar tidak punah dan terus menjadi ikon kemakmuran masyarakat,” terangnya.
———————————————————-
Jumat, 6 Maret 2015
Jurnalis : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-