———————————————————-
Selasa, 24 Maret 2015
Jurnalis : Bang Natsir
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-
CENDANANEWS (Kulon Progo) – Menurut legenda, pada zaman dahulu pernah terjadi sebuah peristiwa yang mengerikan di dalam gua tersebut, sebagaimana tergambar dalam kisah Sugriwo-Subali yang bertarung dengan Mahesa Sura dan Lembu Sura. Alur cerita tentang peristiwa tersebut, digambarkan pada dua relief di depan mulut gua.
Di dalam gua juga terdapat batu yang menyerupai lidah di dalam gua dan dianggap sebagai lidah Mahesa Sura yang dipotong oleh Subali, agar Mahesa Sura tidak bisa hidup kembali.
Selain itu ada juga yang disebut babat kandel, yaitu bebatuan yang menyerupai usus manusia yang digambarkan sebagai isi perut Mahesa Sura yang dibuang oleh Subali.
Kisah Sugriwa-Subali itu, juga dikoreografikan menjadi sebuah tarian yang dinamai Sendratari Sugriwa-Subali yang dimainkan oleh ratusan penduduk setempat.
Sendratari ini merupakan ide dan gagasan dari Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo yang akan dipergelarkan secara rutin setiap bulan, di obyek wisata Gua Kiskendo untuk mengangkat pariwisata berbasis budaya dan mengangkat kesejahteraan masyarakat.
Sendratari, yang dinamai Tari Surya Kiskendha, tersebut sudah dimainkan pada hari Rabu (11/3) di hadapan Sri Sultan HB X saat berkunjung ke Kulon Progo Menurut dr. Hasto Wardoyo, tarian ini akan menjadi sendratari khas kabupaten Kulonprogo yang diberi nama sendratari Sugriwo-Subali.
“Saya kira ada suatu sejarah yang melatar belakangi tarian Sugriwo-Subali ini karena di Gua Kiskendo di Girimulyo, Kulonprogo ada relief yang bercerita mengenai legenda Sugriwo-Subali,” katanya.
Kebetulan didukung dengan tempat-tempat di sekitar gua Kiskendo yang mendukung cerita, yaitu Gunung Kelir dan juga ada gunung yang didalamnya ada gua, kemudian menjadi bagian dari cerita legenda yang ada di Kulonprogo.
Ditambahkannya, mengangkat Sendratari Sugriwo-Subali merupakan bagian dari menghidupkan budaya lokal, nilai-nilai lokal untuk mempopulerkan wisata di Gua Kiskendo.
Suguhan wisata dalam bentuk nilai budaya yang tinggi tanpa harus mendatangkan materi dari asing atau luar daerah, tetapi digali dari nilai-nilai luhur lokal hingga lahirlah tari Sugriwo-Subali.
Sendratari ini juga mempunyai makna kemasyarakatan dan mengangkat ekonomi kerakyatan karena tarian ini melibatkan lebih dari 100 penari yang berasal dari warga setempat. Ini diharapkan bisa menambah kesejahteraan dari kehidupan warga-warga penari di sekitar Gua Kiskendo.