
CENDANANEWS – Sebuah gudang yang terletak pada lahan sebuah tambak udang di Jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Lingkungan IV, Kelurahan Way Lubuk, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, terbakar, Selasa (24/2/2015), sekitar pukul 11.30 WIB.
Dalam waktu satu jam gudang yang terbuat dari papan tersebut rata dengan tanah. Beruntung tidak ada korban jiwa akibatnya kejadian ini, kerugian ditaksir belasan juta rupiah.
Menurut saksi mata yang juga karyawan tambak udang milik Acay tersebut, Adi (28), dia mengetahui gudang ukuran 5 x 7 meter terbakar sekitar pukul 11.30. Saat itu api sudah membubung tinggi.
“Tepatnya kebakaran saya kurang tahu karena bersama teman sedang berada di mes sebelah gudang. Saya tahunya ketika mau ke kantin melihat api sudah besar,” kata dia.
Setelah mengetahui gudang terbakar, lanjutnya, ia langsung memberi tahu karyawan yang lain untuk memadamkan.
“Api sudah terlihat sudah membakar bagian atap yang terbuat dari asbes,” ujar dia.
Kasman (53), penjaga keamanan tambak , mengatakan baru mengetahui terjadi kebakaran di gudang tambak setelah mendapat laporan dari karyawan.
“Saya tahu dari laporan karyawan,” ujar dia.
Dia mengatakannya, gudang tersebut berisi peralatan tambak berupa paralon, jeriken, plastik panen, streofoam, jaring, dan pelampung kincir. “Gudang berisi peralatan tambak udang,” katanya.
Mina (43), pedagang kepiting di samping tambak tersebut, mengaku mengetahui terjadi kebakaran dari sopir truk yang lewat.
“Tahunya dari sopir truk yang lewat. Pagar tambak sangat tinggi sehingga warga hanya bisa melihat tidak bisa membantu,” ujar dia.
Sekitar setengah jam kemudian, katanya, mobil pemadam kebakaran (damkar) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamsel datang memadamkan api.
“Mobil pemadam datang, apinya sudah mau padam. Api cepat membesar karena gudangnya terbuat dari sehingga sangat cepat terbakar,” ujar dia.
Sementara itu, Lurah Way Lubuk, Bono mengaku mengetahui kejadian karena mendapat laporan dari ketua RT setempat. Sampai di lokasi kejadian sudah ada mobil damkar.
“Dapat laporan dari ketua RT, sampai di sini api sudah padam,” ujar Bono.
———————————————–
Rabu, 25 Februari 2015
Jurnalis : Henk Widi
Editor : Sari Puspita Ayu
———————————————