Kondisi hutan di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), saat ini dinilai semakin kritis. Dikhawatirkan hal tersebut akan memicu terjadinya bencana di tengah masyarakat.
Selain itu, wilayah ini berada di muara sehingga saat terjadi hujan banyak lumpur dan tanah serta sampah-sampah termasuk sampah plastik yang ikut terbawa ke laut dan menghambat pertumbuhan bakau.
Hal itu pula yang selalu dipikir Guna Mali saat melihat kelakuan-kelakuan aneh dari babi-babi yang dipeliharanya. Mungkin itu sebabnya, saat ia menjual babi selalu tak laku, dan saat ia memasak babi, selalu jadi tak enak dimakan.
Sejumlah warga di kawasan lereng gunung Merapi, kabupaten Sleman, mulai memanen dan menjual komoditas hasil perkebunan/hutan mereka untuk mengantisipasi bencana erupsi, yang diprediksi akan terjadi tak lama lagi.
“Banyak ikan belanak dan hada karena daerah sekitar hutan bakau merupakan daerah berlumpur,” sebut Aleksius Sera, Ketua kelompok Tani Poma Laut, Kelurahan Kota Uneng, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui Cendana News di sekitar…
Ahmad Rizal, Ketua RT 1 Dusun Kuala Jaya, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan menyebut, abrasi berimbas tanaman mangrove jenis bakau (rhizopora) dan api api (avicennia marina) tumbang.
Penanaman bakau dilakukan mengingat kelompok ini semua warganya bermukim di pesisir pantai yang berbatasan dengan hutan bakau sehingga bisa mencegah wilayah mereka dari abrasi.