Kondisi Hutan di Sulsel Makin Kritis
MAKASSAR – Kondisi hutan di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), saat ini dinilai semakin kritis. Dikhawatirkan hal tersebut akan memicu terjadinya bencana di tengah masyarakat.
Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Provinsi Sulsel, Muhammad Al Amin menyebut, kondisi hutan di Sulsel perlu mendapatkan perhatian serius dari Pemprov Sulsel. Sebagai gambaran, dari 2,6 juta hektare luas hutan di Sulsel, hanya sekira 1,3 juta hektare yang berbentuk bervegetasi hijau. Mencermati kondisi tersebut, potensi bencana alam memungkinkan terjadi dengan kondisi hutan yang kurang mendapatkan perhatian untuk direhabilitasi.
Potensi tersebut tetap muncul, kendati setiap tahun Walhi sudah mengingatkan Pemprov Sulsel. Al Amin menyayangkan sikap pemerintah, yang tidak tegas merancang tata ruang provinsi, guna merehabilitasi lahan kritis.

Diharapkan, Pemprov Sulsel maupun pemerintah kabupaten atau kota, melakukan revisi peraturan terkait pemanfaatan ruang. Termasuk rencana tata ruang wilayah, rencana detail tata ruang, dan rencana tata bangunan dan lingkungan.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Parenrengi mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya bencana, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) di bawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), untuk pencegahan dan pengamanan oleh Polisi kehutanan (Polhut) di lapangan.
Menurutnya, telah dilakukan mendistribusikan bibit dan pupuk terhadap daerah-daerah yang memiliki potensi kerawanan bencana alam cukup tinggi seperti Kabupaten Gowa, Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Luwu. Bibit tersebut diperuntukkan guna merehabilitasi sekitar 10 ribu hektare lahan, dengan melibatkan peran serta masyarakat sekitar dalam penanamannya. Pelaksanaan di lapangan dilakukan pihak Dinas Kehutanan Sulsel, berkoordinasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), untuk melibatkan petugas di lapangan dan masyarakat.
“Dengan adanya penyaluran bantuan bibit dari KLHK, diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memelihara tumbuhan seperti mangga, rambutan dan lain sbagainya pada masa pandemi seperti saat ini,” jelasnya. (Ant)