Kelemahan Pemikiran Syech Taqiyudin

Pada akhirnya, penting ditegaskan bahwa pemikiran Syekh Taqiyuddin an-Nabhani merupakan hasil ijtihad intelektual. Dibentuk oleh konteks sosial, politik, dan historis tempat ia hidup. Sebuah “laboratorium pemikiran” di dunia Arab yang sarat dengan pengalaman kolonialisme, otoritarianisme, dan runtuhnya institusi khilafah.

Sebagai produk ijtihad, pemikirannya tidak dapat diposisikan sebagai kebenaran absolut yang mengikat seluruh umat Islam lintas ruang dan waktu. Dalam konteks Indonesia, para ulama dan pendiri bangsa juga melakukan ijtihad kolektif yang melahirkan format negara demokrasi Pancasila sebagai konsensus kebangsaan umat Islam Indonesia.

Oleh karena itu, pemikiran Syekh Taqiyuddin layak ditempatkan sebagai khazanah intelektual yang memperkaya perspektif dan wacana politik Islam. Tetapi tidak dapat dipaksakan untuk mengusik atau menegasikan ijtihad lain yang telah diterima sebagai konsensus sosial, politik, dan keagamaan umat. Termasuk terhadap konsensus sistem ketatanegaraan ummat Islam Indonesia.

 

Jakarta, ARS (rohmanfth@gmail.com).

Lihat juga...