Masjid YAMP di Kulonprogo jadi langganan pelancong dan pemudik saat liburan
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
YOGYAKARTA, Cendana News — Sejumlah masjid peninggalan Yayasan bentukan Presiden Soeharto, menjadi langganan para pemudik yang melintasi kabupaten Kulonprogo selama musim liburan panjang Natal dan Tahun Baru 2022/2023 ini.
Selain menjadi tujuan tempat beribadah sholat, sejumlah masjid Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP) itu juga kerap menjadi semacam rest area atau tempat beristirahat bagi pemudik ataupun wisatawan yang hendak menuju Yogyakarta.
Dari sejumlah masjid itu salah satunya adalah masjid YAMP Nurul Huda di kecamatan Temon, Kulonprogo. Masjid yang terletak di Jalan Nasional Purworejo-Yogyakarta, tepatnya sebelah Timur bandara YIA ini hampir tak pernah sepi pengunjung.
Setiap hari, terlebih di masa liburan Nataru seperti sekarang, selalu saja ada musafir yang singgah di masjid yang telah berusia lebih dari 35 tahun ini.
Bahkan di sekitar kawasan masjid berukuran 19×19 meter persegi itu juga selalu dibangun pos pengaman lalu lintas dari pihak terkait seperti Kepolisian, TNI hingga Dishub. Baik itu saat masa libur Nataru maupun masa libur Lebaran.
Salah seorang pemudik, Reno mengaku singgah di masjid Nurul Huda ini untuk menunaikan sholat Zuhur sekaligus beristirahat. Ia mengaku baru saja menempuh perjalanan dari Bekasi menuju Bantul bersama keluarganya.
“Masjidnya bagus, adem, parkirnya juga sangat luas. Jadi enak untuk sholat dan sekedar beristirahat,” ungkapnya.
Reno sendiri baru mengetahui Masjid Nurul Huda ternyata merupakan salah satu masjid peninggalan Pak Harto yang dibangun melalui Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP).
“Baru tahu setelah masuk. Karena tadi lihat ternyata ada plakat pendirian masjid bertandatangan Pak Harto. Luar biasa memang, peninggalannya masih bisa dirasakan manfaatnya sampai sekarang,” katanya.
Selain masjid Nurul Huda di kecamatan Temon, masjid YAMP lainnya yang juga menjadi tempat singgah para wisatawan maupun pemudik adalah masjid YAMP Al Amin di kecamatan Sentolo Kulonprogo.
Seperti halnya masjid YAMP Nurul Huda Temon, masjid Al Amin Sentolo yang terletak di Jalan Nasional Wates-Yogyakarta, tepatnya di depan Pasar Sentolo, ini juga tak pernah sepi pengunjung selama masa libur panjang Natal dan Tahun Baru 2022/2023 ini.
Letaknya yang sangat strategis, juga membuat masjid ini selalu jadi langganan lokasi rest area serta pendirian pos pengamanan lalu lintas pihak terkait.
Dengan ukuran 17×17 meter persegi, serta model atap khas masjid YAMP yakni tajug susun tiga, Masjid Al Amin Sentolo dibangun sekitar tahun 1993 silam. Meski telah berusia hampir tiga dekade silam, namun Masjid warisan pak Harto ini tetap mampu memberikan manfaat luar biasa bagi masyarakat sampai kini.
Sebagaimana diketahui Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP) merupakan salah satu Yayasan yang dibentuk presiden kedua RI HM Soeharto pada 17 Februari 1982 silam. Hingga kurun waktu tahun 2009, yayasan ini tercatat telah membangun sebanyak 999 masjid di berbagai pelosok wilayah Indonesia.
YAMP dengan 999 masjid yang telah dibangunnya itu menjadi salah satu legacy yang ditinggalkan Presiden Soeharto semasa hidupnya. Contoh nyata bagaimana Pak Harto mampu memupuk dan mengembangkan kehidupan beragama dengan cara gotong-royong, tanpa harus membebani keuangan negara.