Begini cara pengelola atasi masalah sampah di kawasan Candi Borobudur
Admin
YOGYAKARTA, Cendana News – Sebagai objek wisata kelas dunia, Candi Borobudur tak lepas pula dari persoalan sampah.
Untuk menanangi sampah itu PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, berkolaborasi dengan AJE ASEAN.
Kerja sama penanganan sampah di Candi Borobudur dilakukan melalui berbagai program yang membuat limbah sampah bisa bermanfaat dan menghasilkan nilai lebih.
Berbagai program itu antara lain, konten edukasi, aktivasi pengolahan sampah profesional, dan pembinaan atau empowerment community.
Direktur Pemasaran, Pelayanan dan Pengembangan Usaha PT TWC, Hetty Herawati mengatakan permasalah sampah menjadi perhatian khusus bagi pihak pengelola candi.
Melalui kerja sama itu, dia berharap pengelolaan sampah di kawasan Borobudur bisa lebih maksimal.
Menurutnya, di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur menghasilkan 4 ton sampah per hari.
Dengan kerja sama itu akan dibangun fasilitas pengelolahan sampah. Terutama, sampah kayu dan plastik.
“Selama ini PT TWC hanya bisa mengelola sampah organik yang sudah dikelola sendiri,” ungkapnya dikutip dari laman corporate.borobudurpark.com, Minggu (6/11/2022).
Dia Dalam kolaborasi TWC dan AJE Indonesia ini, akan dilaksanakan workshop dan pelatihan mengenai pengolahan sampah/limbah menjadi souvenir dan eco-enzyme.
Hetty Herawati berharap program kerja sama ini bisa berkelanjutan untuk mewujudkan Sustainable Tourism dalam mendukung Candi Borobudur sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas.
Dia mengatakan, program green tourism ini menjadi salah satu upaya PT TWC untuk menjaga kelestarian candi. Dan, mewujudkan keseimbangan ekosistem dalam satu kawasan.
Program ini untuk menggerakkan program Wisata Hijau menuju Sustainable Tourism.
Wisatawan bakal diajarkan cara mengelola sampah organik hingga memanfaatkan sampah plastik menjadi seni kriya bertema Candi Borobudur.
PT TWC menggandeng masyarakat dan seniman lokal sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat.
Atraksi Edukriya yang sudah berjalan di libur Lebaran tahun 2022 lalu, nantinya akan kembali dilaksanakan pada libur Natal dan Tahun Baru, mengingat animo masyarakat yang cukup tinggi.
Wisatawan akan diajak melihat dan praktik membuat aneka kerajinan berbahan dasar plastik dengan mengambil inspirasi Candi Borobudur.
“Sehingga ada nilai historis dan storytelling-nya,” ujar Hetty.