Visi Pak Harto 44 Tahun Silam Terwujud di Bukit Soeharto

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PONOROGO — Yayasan Damandiri melalui Koperasi Jaya Mandiri Sejahtera, berhasil mengembangkan kawasan Bukit Soeharto di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Badegan sebagai objek wisata baru di Ponorogo Jawa Timur.

Terletak di jalan nasional yang menghubungkan wilayah Wonogiri Jawa Tengah serta Ponorogo Jawa Timur, Bukit Soeharto seolah menjadi magnet baru bagi para pelancong untuk singgah dan beristirahat ketika melintasi kawasan ini.

Siapa sangka, hal ini ternyata sudah dipikirkan dan proyeksikan Presiden ke 2 RI, HM Soeharto, sejak puluhan tahun silam. Sebelum akhirnya benar-benar terwujud pada hari ini.

“Sekitar tahun 1978, Pak Harto pernah melintasi kawasan ini, sepulang dari Solo. Kemudian beliau melihat bukit ini nampak tandus dan gersang. Dari situ Pak Harto lantas melakukan kegiatan reboisasi di bukit ini dengan menanam berbagai macam pohon. Salah satunya adalah pohon beringin,” ujar Kasi Produksi dan Ekowisata KPH Madiun, Darmali.

Sebagai salah satu pihak pengelola unit kelola sumberdaya hutan Perum Perhutani divisi regional wilayah Jawa Timur, Darmali mengatakan saat itu Pak Harto memililih pohon beringin bukan tanpa alasan. Dipilih karena pohon ini bisa tumbuh tinggi besar sehingga dianggap bisa memberikan keteduhan.

“Pak Harto menanam pohon beringin dengan tujuan agar bukit ini menjadi rindang dan sejuk. Sehingga bisa menjadi tempat beristirahat atau singgah setiap orang yang tengah melakukan perjalanan dan melintas di kawasan ini. Itu terjadi sekarang. Karena tempat ini sekarang menjadi semacam rest area. Padahal dulu kan tandus,” ungkapnya.

Kini tak sedikit orang yang menjadikan Bukit Soeharto sebagai tujuan wajib ketika melakukan wisata ziarah di kawasan Ponorogo dan sekitarnya. Bahkan ada yang menjadikan Bukit Soeharto ini sebagai tujuan wajib ke dua setelah melakukan wisata ziarah ke makam Pak Harto, yakni Astana Giribangun, Karanganyar.

“Jadi kalau habis berkunjung ke Astana Giribangun Karanganyar biasa mampir di Bukit Soeharto, Ponorogo ini. Karena kan sama-sama menjadi tempat petilasan Presiden Soeharto,” katanya.

Sebagaimana diketahui terletak di kawasan perbukitan yang dikelilingi lembah dan sungai, Bukit Soeharto awalnya hanyalah sebuah bukit biasa yang masuk kawasan Perhutani. Sekitar tahun 1978 silam, Presiden Soeharto pernah singgah ke bukit ini untuk melakukan kegiatan penghijauan atau reboisasi yang ditandai dengan pendirian monumen Soeharto. Sejak saat itu bukit ini dinamai dengan Bukit Soeharto.

Sempat terbengkalai dan kurang terawat selama bertahun-tahun, sekitar tahun 2019 lalu Yayasan Damandiri, yang merupakan yayasan bentukan Pak Harto, akhirnya melakukan penataan kawasan bukit Soeharto ini melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML).

Diresmikan oleh Ketua Yayasan Damandiri, Letjen TNI Purn Soebagyo pada Juni 2021 lalu, Bukit Soeharto pun disulap menjadi objek wisata keluarga yang menarik, sekaligus menjadi pusat kuliner bagi para pelaku UKM di desa Badegan dan sekitarnya.

Di samping mampu menjadi pengingat generasi saat ini akan sosok presiden ke 2 RI, HM Soeharto, keberadaan objek wisata Bukit Soeharto ini juga terbukti mampu mengangkat dan mengembangkan potensi wisata serta ekonomi di desa Badegan dan sekitarnya.

Meski tergolong baru, namun Bukit Soeharto ini telah mampu menjadi objek wisata alternatif populer di kabupaten Ponorogo, yang mampu menarik minat ribuan pengunjung.

Lihat juga...