Tauge Goreng Kuliner Khas Bogor yang Legendaris
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Tauge goreng khas Bogor, Jawa Barat cukup populer di Jakarta. Uniknya, kuliner zaman dulu ini meski namanya tauge goreng, tapi proses memasaknya tidak ada satupun bahannya yang digoreng.
“Tauge goreng ini makanan khas Bogor yang legendaris, banyak dijual di kota-kota lain termasuk Jakarta. Saya sudah 30 tahun jualan makanan ini,” ujar Burhan, penjual tauge goreng kepada Cendana News ditemui di Jalan Raya Setu, Jakarta Timur, Sabtu (23/10/2021).
Menurutnya, tampilan kuliner ini berupa tauge yang direbus sampai layu yang dicampur bersama daun kucai, mie kuning, oncom dan tahu yang dipotong kecil. Kemudian disiram bumbu kuah tauco sebagai campuran, sehingga terasa gurih, asin, dan manis.
“Proses masaknya direbus, dan supaya lebih segar diberi kuah tauco, sambal dan bawang goreng,” imbuhnya.

Dijelaskan dia, kenikmatan kuliner tauge goreng ini terletak pada bumbu tauco sebagai penyedap utama. Karena rasa tauco setelah disiram dengan tauge dan mi kuning serta ketupat akan berbaur.
Sehingga saat disantap akan terasa gurih dalam setiap kunyahan di mulut penikmatnya. Harga seporsinya Rp 10.000.
“Tauge goreng ini kan makanan jadul, tapi masih banyak penggemarnya karena rasanya yang khas tauco dan oncomnya bikin gurih,” ujar ayah lima anak ini.
Lebih lanjut dikatakan dia, kuliner khas Bogor ini merupakan makanan berakar dari gastronomi kuliner Tionghoa. Yaitu, pada penggunaan tauge, mie, dan tauco yang merupakan fermentasi dari kedelai.
Tauco diletakkan di tempat khusus semacam gentong agar rasanya khas. “Tauconya dibeli di pasar, dan saya diracik sendiri di rumah,” ujar pria kelahiran Jakarta, 65 tahun ini.
Burhan merupakan warga Kampung Kramat, Cipayung, berjualan kuliner khas Bogor ini sudah cukup lama. Berjualan keliling perkampungan dengan cara pikulan, tidak ada tempat mangkal.
“Jualan keliling tiap hari, tapi kadang ya mangkal di sini di Jalan Setu Raya rada lamaan, nanti jalan lagi,” ujarnya.
Sehari, dia mengaku bisa menjual hingga 100 porsi lebih. Tetapi sejak Covid-19 melanda rada menurun berada di 50 porsian.
“Sebelum corona mah 8 kilo tauge sehari itu habis kadang kurang. Kalau sekarang mah 3 kilo tauge, tapi saya tetap bersyukur penyukanya masih ada dari berbagai kalangan ya,” tandasnya.
Andika (30) salah satu penikmat tauge goreng mengaku kerap mampir saat melintas di Jalan Setu Raya untuk jajan tauge goreng khas Bogor yang dijual Burhan.
“Tauge goreng buatan Pak Burhan ini, menyegarkan saat disantap. Rasa tauconya itu dipadu dengan tauge, mi kuning dan tahu, ya manyoslah di lidah. Ya, tauconya ini yang bikin khas banget,” ujar Andika.