Rujak Pedas Manis Situbondo Beraroma Khas
Editor: Makmun Hidayat
SITUBONDO — Makanan rujak sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat luas. Di Situbondo, Jawa Timur, ada tempat makan rujak yang sudah lama, hingga dijalankan secara turun menurun.
Bu Rus, salah satu pedagang rujak, warga Kelurahan Patokan, Kecamatan/Kabupaten Situbondo mengatakan, sajian kuliner rujak yang menjadi usahanya menjadi pilihan tersendiri bagi pembeli yang datang.
“Saya sendiri sudah berjalan empat tahun, dari orangtua yang sebelumnya membuka usaha kuliner rujak. Karena faktor usia, akhirnya saya yang meneruskan usaha ini,” ujar Bu Rus kepada Cendana News, di wilayah Dawuhan, Minggu (23/10/2021).
Rus menambahkan, makanan rujak bukan suatu yang baru. Namun yang membedakan dengan makanan rujak lainnya ialah taburan bumbu yang disajikan. Bumbu dari olahan rujak miliknya menjadi daya tarik pembeli yang datang.

“Ada beberapa bumbu khusus yang menjadi olahan bumbu kacang pada sajian rujak. Karena usaha kuliner, varian rasa menjadi faktor pilihan utama,” ungkapnya.
Sajian olahan rujak yang biasa dijual Bu Rus terdiri dari beberapa bahan, di antaranya, sayur, pisang biji yang masih muda, timun, kacang, dan petis.
“Untuk bahan sayur, sebelum disajikan perlu dilakukan proses memasak terlebih dahulu. Kurang lebih selama 5 menit, agar sayur sendiri tidak terlalu matang. Selain itu siapkan bahan yang lain, kupas kecil-kecil pisang, masukkan kacang, cabe, gula, petis, penyedap rasa. Kemudian dihaluskan secara merata,” jelasnya.
Lebih lanjut Bu Rus mengatakan, proses penghalusan bumbu perlu dilakukan secara manual, dengan tidak menggunakan mesin penghalus. Tujuannya aroma khas dari bumbu tersebut tetap terjaga.
“Setelah bumbu sudah siap, masukkan sayur, potongan timun. Bila diperlukan untuk tambahan lontong bisa dilakukan, maka akan menjadi sajian rujak saat disantap menjadi kenyang,” jelasnya.
Terpisah, Eko, warga Kelurahan Patokan, mengatakan dirinya pelanggan tetap kuliner rujak milik Bu Rus. Bahkan sejak pendiri usaha rujak pertama kali, ia sudah seringkali datang ke tempat tersebut.
“Makanan rujak ini sudah menjadi tempat langganan sejak dulu. Walaupun pedagangnya sudah berbeda, rasa rujaknya masih tetap, dan yang paling penting enak saat dimakan,” ucapnya.