Rayakan HUT Kemerdekaan RI dengan Memanfaatkan Barang Bekas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Sejumlah barang bekas yang kerap hanya menjadi sampah bisa digunakan untuk hiasan. Semarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Repbulik Indonesia (RI) sejumlah warga berkreasi dengan bekas gelas air minum.

Ardi Yanto, warga Dusun Kayu Tabu, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan menyebut sejak lima tahun silam warga memaksimalkan bahan bekas.

Sebagian bahan bekas sebut Ardi Yanto dikumpulkan dari warga. Gelas air minum bekas sebutnya selanjutnya dibuang bagian tutup, dibersihkan.

Pengecatan dilakukan dengan warna merah bagian atas, putih bagian bawah layaknya bendera kebangsaan Indonesia. Gelas plastik bercat merah putih tersebut selanjutnya dirangkai memakai benang kenur lalu diikatkan antar pohon, tonggak bambu.

Proses pemanfaatan barang bekas sebut Ardi Yanto memiliki makna pengurangan sampah plastik. Selain gelas air minum, plastik warna warni atau kantong asoy dimanfaatkan untuk hiasan sepanjang jalan.

Semangat gotong royong sebutnya dilakukan untuk membuat sejumlah ornamen penghias jalan. Selain barang bekas botol air minum, papan dan tripleks bekas dipakai sebagai gerbang.

“Meski suasana pandemi namun semangat kemerdekaan yang divisualisasikan dalam bentuk ornamen bendera, memasang bendera, umbul umbul, bandir hingga gerbang yang dihias menjadi cara menghargai perjuangan pahlawan dan sekaligus menjaga semangat mengurangi sampah plastik,” terang Ardi Yanto saat dihubungi Cendana News, Rabu (11/8/2021).

Ardi Yanto bilang pemanfaatan barang bekas sekaligus menghemat pengeluaran. Memanfaatkan iuran dari warga, sebagian uang digunakan membeli cat warna merah, putih, hitam.

Sejumlah warga bahkan dengan sukarela menyumbangkan gelas plastik yang dikumpulkan sejak lama. Sebagian gelas yang telah disimpan lama tahun lalu juga bisa kembali dimanfaatkan ulang.

Ardi Yanto bilang kebersihan lingkungan juga jadi perhatian bagi sejumlah warga. Selain mempergunakan bahan bekas, sebagian warga melalukan pembersihan selokan, siring.

Menambah keindahan halaman dengan bendera merah putih, umbul umbul juga rambu-rambu. Rambu-rambu yang dimaksud berupa tonggak bambu diberi warna hitam dan putih.

“Selain keindahan yang dibuat memakai gelas plastik diberi warna merah putih, kebersihan lingkungan juga ditingkatkan,” ulasnya.

Pemanfaatan bahan bekas sebut Ardi Yanto juga sekaligus pengingat untuk menjaga lingkungan. Pasalnya di sejumlah titik Jalan Lintas Sumatera sejumlah tempat pembuangan sampah sementara dipenuhi sampah.

Sebagian sampah didominasi plastik kemasan makanan, minuman dalam kemasan dan gelas. Semangat menjaga kebersihan tetap ditingkatkan sekaligus merayakan HUT Kemerdekaan RI Ke-76.

Selain di Desa Kelawi, pemanfaatan barang bekas berupa gelas plastik dilakukan warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan.

Damin, salah satu warga menyebut gotong royong menghias akses jalan dilakukan secara bertahap. Keindahan jelang HUT RI ke-76 sebutnya semakin semarak dengan adanya hiasan warna warni. Pembuatan gelas plastik warna warni menghindari sampah dibuang.

Pemasangan hiasan warna-warni oleh Damin (kiri) penyemarak HUT Kemerdekaan RI Ke-76 di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Rabu (11/8/2021) – Foto: Henk Widi

“Gelas plastik merah putih bisa digunakan beberapa kali, jika sudah terpakai bisa dimusnahkan dengan cara dibakar karena tidak laku terjual,” bebernya.

Menghias sejumlah jalan sebut Damin juga dilakukan dengan fasilitas gentong. Disediakan oleh pemerintah desa Pasuruan, gentong dari tanah liat menjadi sarana cuci tangan.

Saat musim kemarau simpanan air pada gentong tersebut bisa digunakan sebagai penyiram bunga. Beberapa warga menggunakan pot bunga yang diletakkan dekat pagar bambu sebagai penyemarak.

Lihat juga...