Pemda Sikka Gunakan Dana Pinjaman Untuk Bangun RS

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Dana Pinjaman Daerah Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, senilai Rp216,2 miliar dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI), juga dipergunakan untuk membangun Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Doreng.

“Dana pinjaman akan dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan senilai Rp 38,59 miliar,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sikka, Adrianus Firminus Parera, dalam rilis yang diterima Cendana News, Jumat (6/8/2021).

Dana tersebut, kata dia selain membangun rumah sakit, juga untuk pembangunan puskesmas pembantu (Pustu) plus, rehabilitasi Pustu dan penyediaan sarana dan prasarana rujukan serta lainnya.

Pembangunan ini dimaksudkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di pedesaan dan kepulauan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sikka, Adrianus Firminus Parera, saat ditemui di Kantor Bupati Sikka di jalan El Tari, Kota Maumere, Senin (2/8/2021). -Foto: Ebed de Rosary

“Dengan dibangunnya Rumah Sakit Pratama di Doreng, akan menjadi pusat rujukan bagi masyarakat di empat kecamatan, yakni Doreng, Bola, Mapitara dan Hewokloang. Dengan demikian, akan mengurangi risiko kematian pasien dalam perjalanan,” ungkapnya.

Adrianus menambahkan, dana pinjaman akan dipergunakan untuk pembangunan 148 item pekerjaan. Sasarannya adalah untuk memenuhi kebutuhan dan pendekatan pelayanan kepada masyarakat.

Dipaparkannya, untuk pembangunan infrastruktur jalan dialokasikan senilai Rp118,28 miliar untuk penyediaan akses jalan sepanjang 149,04 kilometer.

“Jalan yang akan dibangun ini tersebar di 21 kecamatan melewati 147 desa dan 13 kelurahan,” paparnya.

Selain itu, tambah Adrianus, dana pinjaman daerah ini juga akan dimanfaatkan untuk pembangunan 50 jaringan air minum bersih dengan cakupan sepanjang 101.680 meter.

Sebutnya, jaringan air minum bersih ini diperuntukan bagi 6.830 sambungan rumah serta dilakukan pembangunan 9 sumur bor, 6 bak penampung dan 3 unit mesin.

“Dana untuk perencanaan dan pengawasan dialokasikan sebesar Rp6,32 miliar. Pinjaman ini untuk pemenuhan hak-hak dasar masyarakat Kabupaten Sikka,” ungkapnya.

Sekda Sikka juga menambahkan, dana pinjaman juga untuk mendukung pemulihan ekonomi secara nasional dan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dikatakannya, dengan dibangunnya sarana dan prasarana kesehatan, diharapkan dapat mendekatkan pelayanan. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya perjalanan tinggi untuk mendapatkan pelayanan di pusat kesehatan kabupaten.

“Informasi ini penting bagi masyarakat, sebagai bagian dari transparansi pengunaan dana pinjaman daerah. Juga saya mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut serta mengawasi penggunaan dana pinjaman daerah ini,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sikka, Gorgonius Nago Bapa, menegaskan sejak awal DPRD Sikka sangat mendukung soal pinjaman daerah itu untuk pelaksanaan pembangunan di wilayah ini.

Us, sapaannya, mengakui DPRD Sikka pun selama ini mendapatkan penyampaian resmi dari PT. SMI terkait jumlah bunga pinjaman daerah tersebut.

Namun, sesalnya, penyampaian pemerintah soal bunga pinjaman tersebut malah berbeda dengan apa yang disampaikan oleh PT. SMI, sehingga pihaknya meminta untuk difasilitasi rapat segitiga, agar menyamakan persepsi soal bunga pinjaman.

“Tetapi, pemerintah tidak pernah menindaklanjuti rekomendasi DPRD Sikka,” sesalnya.

Lihat juga...