Khasiat Buah Caruluk atau Kolang Kaling bagi Kesehatan

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Buah caruluk atau kolang kaling, yang kerap ditemui ketika memasuki bulan suci Ramadan ternyata memiliki beragam khasiat bagi kesehatan. Salah satunya untuk mencegah tulang keropos dan banyak dimanfaatkan untuk memperbaiki pencernaan yang dipercaya sejak zaman dulu.

“Caruluk adalah bahasa di Kranggan, atau Sunda, Kolang kaling bahasa Indonesia. Orangtua zaman dulu percaya bahwa kolang kaling memiliki beragam khasiat bagi kesehatan salah satunya mencegah tulang keropos,” ujar Bang Chiput, penjual kolang kaling di Kranggan kepada Cendana News, Jumat (6/8/2021).

Namun cara konsumsi kolang kaling orang zaman dulu biasanya harus berjumlah ganjil seperti 7 biji direndam dalam air di gelas satu malam kemudian saat bangun pagi langsung dikonsumsi. Cara konsumsinya tidak menggunakan gula tapi langsung di makan begitu saja.

Menurutnya tidak seperti sekarang kolang kaling dijadikan campuran seperti es buah atau dibuat manisan. Jika diolah dengan begitu, apakah masih ada khasiat buat kesehatan Chiput mengaku belum mengetahuinya.

“Pastinya, zaman dulu orang tua rutin mengkonsumsi kolang kaling direndam dalam segelas air, lalu dimakan begitu saja saat bangun pagi. Dan mereka merasakan khasiatnya bagi kesehatan,” jelas dia.

Kang Chiput ditemui di rumahnya di wilayah Kranggan, Jatisampurna, Kota Bekasi. Ia mengaku banyak peminat kolang kaling karena dipercaya menjaga imun tubuh, Jumat (6/8/2021). -Foto M. Amin

Khasiat lainnya, jelas Chiput sesuai cerita dari yang biasa mengonsumi buah kolang kaling untuk mencegah dehidrasi. Mereka jika mengkonsumsi rutin saat bangun tidur langsung merasakan perutnya sehat dan adem.

“Banyak literasi kegunaan kolang kaling ini sebenarnya, bahkan dokter saja biasanya jadi pelanggan saya. Dokter bilang buat obat osteoporosis pengapuran tulang, melancarkan sistem pencernaan dan menurunkan berat badan,” jelas Kang Chiput menyebut beragam manfaat buah caruluk.

Terpenting lanjutnya, saat ini kolang kaling juga dipercaya mampu menjaga imun tubuh di tengah pandemi Covid-19. Sehingga ia mengaku memiliki pelanggan tetap. Caruluk, bagi orang Sunda sudah biasa menjadi obat secara turun temurun, terutama untuk menjaga daya tahan tubuh.

Kang Chiput berjualan caruluk dengan cara berkeliling. Dia mengakui meski di tengah pandemi tidak mengurangi omzet permintaan. Tapi ia terkendala karena tidak bisa keliling ke beberapa komplek karena ditutup dan lainnya.

“Tapi alhamdulillah orderan kolang kaling masih terus berjalan melalui media sosial. Untuk harga saya menjual Rp15 ribu di wilayah Kranggan, tapi jika keluar Rp20 ribu terima di tempat,” paparnya.

Salah seorang pelanggan di Kranggan, Ibu Raymah, mengaku rutin mengonsumsi caruluk, untuk kesehatan. Tapi jelasnya, dikonsumsi tanpa gula setelah direndam dengan air agar merasakan khasiatnya.

“Inikan obat zaman dulu, caruluk ini mirip dengan siwalan atau legen banyak kandungan airnya. Biar merasakan khasiat harus rutin, karena ini juga dipercaya secara turun temurun sebagai obat alami penambah daya tahan tubuh” jelasnya.

Lihat juga...