Kelas Virtual Kreativitas Pembelajaran, Kunci Keberhasilan dalam PJJ

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Kreativitas pembelajaran menjadi salah satu kunci keberhasilan, dalam penerapan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara online. Lewat kreativitas tersebut, siswa menjadi lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM), hingga memudahkan mereka untuk menerima materi yang diberikan.

“Kreativitas guru menjadi salah satu unsur yang kita tekankan selama PJJ ini berlangsung. Jadi guru tidak hanya sekadar memberikan tugas, namun juga mampu memberikan inovasi dan kreasi, sehingga siswa tetap bersemangat untuk mengikuti KBM,” papar Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, saat dihubungi di Semarang, Kamis (5/8/2021).

Dijelaskan, kreativitas tersebut sepenuhnya diserahkan kepada guru, untuk menciptakan inovasi pembelajaran.

“Jadi guru juga dituntut menjadi tenaga profesional. Mereka harus mampu berinovasi. Misalnya saja, guru membuat video pembelajaran kemudian disampaikan kepada para murid, atau menggunakan aplikasi online, sehingga ada komunikasi atau interaksi secara langsung dengan para siswa,” terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, saat dihubungi di Semarang, Kamis (5/8/2021). -Foto Arixc Ardana

Gunawan menuturkan, jika tanpa kreativitas, hanya sekadar memberikan tugas saja, dikhawatirkan semangat belajar anak akan turun. “Bisa jadi seperti itu, karena setiap hari hanya diberi tugas saja, hanya mengerjakan PR saja. Jika seperti itu, kita khawatirkan anak-anak justru akan bosan dan tidak bersemangat,” tandasnya.

Terpisah, salah satu guru di SDN Sumurboto Semarang, Ridwan Aziz, juga memaparkan hal senada. Selama ini, selain tugas, dirinya juga mengajak pada siswa untuk bergabung dalam kelas virtual.

“Saya menggunakan aplikasi google classroom, untuk mengajak seluruh siswa didik, bergabung dalam kelas virtual. Di sana selain bisa menyampaikan pembelajaran, komunikasi yang dilakukan juga bisa dua arah secara langsung. Berbeda jika kita hanya memberikan tugas pada grup sekolah,” terangnya.

Kelas virtual tersebut juga bisa digunakan untuk mempererat kembali komunikasi antarsiswa. Apalagi bagi mereka yang selama ini belum pernah masuk kelas akibat pandemi.

“Bagi siswa kelas 1 dan 2, mereka selama ini belum pernah bertemu secara langsung dengan teman dan guru mereka, akibat pandemi Covid-19. Selama ini, masih PJJ. Sehingga dengan adanya kelas virtual ini, para siswa juga bisa saling mengenal,” terang guru agama Islam tersebut.

Hal senada juga disampaikan Zebrina, guru kelas 1 di SDN Sumurboto Semarang. Selama ini, dirinya memanfaatkan teknologi video call grup, yakni dalam satu grup maksimal 8 siswa, bisa terkoneksi bersama.

“Ini juga dimanfaatkan sebagai kelas virtual, selain bisa untuk menyampaikan materi pembelajaran, dengan adanya kelas virtual ini, juga untuk mendorong atau memotivasi siswa untuk bersekolah. Setidaknya mereka bisa disiplin bangun pagi dan mengikuti pembelajaran,” pungkasnya.

Lihat juga...