KBM Tatap Muka di Lamsel Kembali Ditunda

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kembali menunda kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Bupati Lamsel, Nanang Ermanto menyebut prioritas kesehatan bagi masyarakat, tenaga pendidik, siswa membuat surat edaran kembali dikeluarkan. Meski sejumlah sekolah mulai melakukan simulasi, KBM tatap muka tetap ditunda.

Mengacu Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) di Lamsel, Nanang Ermanto membatasi sejumlah kegiatan. Pembatasan tersebut termasuk pada sektor pendidikan mengacu Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Seluruh satuan pendidikan di Lamsel sebutnya wajib mematuhi aturan untuk menunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Nanang Ermanto menambahkan seluruh warga masyarakat wajib dan patuh menerapkan protokol kesehatan. Semua satuan tugas Covid-19 di level kecamatan hingga desa wajib diaktifkan kembali.

“Apabila terjadi pelanggaran maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku, kedisiplinan protokol kesehatan harus diterapkan pada semua sektor pendidikan, usaha dan kegiatan masyarakat berpotensi menimbulkan kerumunan harus dibatasi,” terang Nanang Ermanto dalam surat edarannya yang diterima Cendana News, Kamis (28/1/2021).

Penerapan sistem pembelajaran pada satuan pendidikan sebutnya telah diatur dalam edaran sebelumnya. Pada edaran tersebut sejumlah sekolah menerapkan pembelajaran dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Efesiensi kedua sistem tersebut juga telah dilakukan evaluasi oleh instansi terkait. Simulasi KBM tatap muka yang telah dilakukan sejumlah sekolah jadi cara mengedukasi siswa meski belum diterapkan.

Topan Hariyono, Kepala SDN 1 Pasuruan Kecamatan Penengahan menyebut sekolah mematuhi aturan pemerintah daerah. Berdasarkan musyawarah kerja kepala sekolah tingkat SD simulasi KBM tatap muka telah dilakukan. Namun imbas pandemi Covid-19 yang belum berakhir bahkan semakin meningkat, sekolah memutuskan menunda KBM tatap muka.

“Sistem pembelajaran kami terapkan secara daring, peran orangtua kami libatkan agar fasilitas belajar daring disiapkan,” cetusnya.

Simulasi yang telah dilakukan sebut Topan Hariyono dengan penerapan protokol kesehatan bagi siswa. Siswa yang ke sekolah dalam simulasi adaptasi kebiasaan baru (new normal) melibatkan berbagai unsur. Unsur Puskesmas, unsur TNI, Polri yang memantau aktivitas belajar siswa. Pada simulasi KBM tatap muka pada masa new normal jadi persyaratan mutlak.

“Siswa yang hadir ke sekolah diatur kapasitasnya, guru dan siswa memakai masker, menjaga jarak, membawa hand sanitizer,” cetusnya.

Masifnya angka positif Covid-19 di Indonesia termasuk Lampung berimbas sekolah belum menerapkan KBM tatap muka jadi langkag tepat. Topan Hariyono menyebut telah berkoordinasi dengan guru kelas, guru bidang studi dan orangtua. Sebab memasuki semester genap dan mendekati tahun ajaran baru siswa harus mendapat nilai ujian akhir. Semua evaluasi bagi siswa dilakukan secara daring dan luring untuk kenaikan kelas dan kelulusan.

Pitka, salah satu siswa SMP kelas 7 menyebut meski KBM tatap muka ditunda ia masih bisa terhubung ke sekolah. Sejumlah tugas menurutnya memakai aplikasi Google Class Room. Sejumlah materi pelajaran diberikan melalui aplikasi tersebut hingga pengumpulan tugas. Beberapa tugas dikerjakan memakai kertas dan dikumpul melalui ketua kelas. Meski bosan ia menyebut tetap melakukan tugasnya melalui aplikasi tersebut.

Lihat juga...