Satgas Sikka Telusuri Kontak Erat 30 Pasien Covid-19
Editor: Makmun Hidayat
MAUMERE — Dari sebanyak 59 karyawan PT. MAN yang bertugas di PLTMG Wairita, Maumere dan dilakukan swab, 30 orang dinyatakan positif Covid-19 sehingga Satgas Covid-19 Sikka melakukan tracking atau penelusuran terhadap siapa pun yang pernah kontak erat dengan para pasien.
“Kami sudah berkomunikasi dengan manajemen PT. MAN dan Dinkes segera mengambil tindakan bersama Puskesmas Waigete melakukan contact tracking, penyelidikan epidemiologi dan edukasi,” kata Juru Bicara Bidang Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sikka, dr. Clara Y. Francis saat ditemui di Kelurahan Kota Uneng, Maumere, Kamis (28/1/2021).

Clara mengatakan, semua kontak erat sudah dilakukan tracking dan setelah keluar hasil swab PCR, manajemen PT MAN langsung melakukan lockdown kantor yang ada di Wairita, Kecamatan Waigete.
Dia menambahkan, manajemen PT. MAN juga sudah melakukan karantina terhadap seluruh karyawannya yang positif sesuai masukan dari Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka Bidang Kesehatan.
“Kontak tracking dilakukan oleh 2 Puskesmas berdasarkan lokasi tempat karantina yakni oleh Puskesmas Waigete dan Puskesmas Kewapante. Sampai dengan saat ini ke-30 orang karyawan PT MAN dalam kondisi baik dan tanpa gejala,” terangnya.
Sekretaris Dinkes Sikka ini mengakui, pemantauan selanjutnya dilakukan oleh Puskesmas dan sampai dengan Rabu (27/1/2021) hanya ada 12 orang yang berkontak erat dengan karyawan yang positif tersebut.
Clara menambahkan, sebagian besar karyawan yang positif tersebut tinggal bersama dalam satu mess dan rute aktivitas mereka hanya dari mess ke kantor saja sehingga tidak melakukan kontak dengan banyak orang.
“Untuk 14 hari ke depan Puskesmas akan memantau ketat seluruh aktivitas mereka. Apabila sudah dinyatakan sembuh setelah dilakukan tes lanjutan maka mereka bisa kembali bekerja seperti biasa,” ucapnya.
Salah seorang karyawan di PLTMG Wairita, Agus membenarkan aktivitas karyawan PT. MAN tersebut yang tinggal bersama dalam satu mess dan pergi maupun pulang kerja selalu bersama dalam satu kendaraan.
Selama bekerja pun kata Agus, para karyawan ini tidak berbaur dengan karyawan PLN lainnya termasuk saat makan di kantin pun mereka selalu bergerombol dinatara mereka sehingga kemungkinan kecil menularkan kepada karyawan lainnya.
“Memang karyawan tersebut selama melakukan pekerjaan hanya bergerombol dengan sesama mereka saja dan jarang sekali bergaul dengan karyawan dari OLN Maumere. Mereka juga berangkat dan pulang kerja menggunakan mobil sendiri dan bergerombol,” ucapnya.
Adapun data kumulatif pasien terkonfirmasi yang swab-nya dikirim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sikka, NTT sebanyak 210 pasien sedangkan untuk karyawan PT MAN pengambilan swab-nya di Klinik Mahardhika Maumere dan hasilnya diperiksa di Surabaya.