Cegah Penularan, KPA Sikka Usulkan Tes HIV dan AIDS Sebelum Nikah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Jumlah kasus HIV dan AIDS yang terus bertambah membuat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) melakukan berbagai cara baik sosialisasi, pembagian kondom maupun menggandeng berbagai tokoh agama untuk terlibat memberikan sosialisasi.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Sikka, NTT, Yohanes Siga saat ditemui di kantornya di Jl. Achmad Yani Kota Maumere, Jumat (27/11/2020). Foto : Ebed de Rosary

Selain itu KPA Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) juga mengusulkan kepada tokoh agama agar mengimbau umatnya untuk melakukan tes HIV dan AIDS sebelum menikah.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan beberapa pastor dan tokoh agama untuk bersama mencegah penularan HIV dan AIDS di Kabupaten Sikka,” kata Sekertaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Kabupaten Sikka, NTT, Yohanes Siga saat ditemui Cendana News di kantornya di Kota Maumere, Jumat (27/11/2020).

Yan sapaannya mengatakan, pihaknya mengusulkan agar tokoh agama mengimbau umatnya untuk melakukan tes HIV dan AIDS sebelum menikah dan hal ini mendapat respon positif dari beberapa tokoh agama yang dilakukan pendekatan.

Menurutnya,tes ini bukan untuk mengecek masa lalu atau memvonis pasangan tersebut namun lebih kepada menyelamatkan masa depan keluarga mereka dan keturunannya dari penularan HIV dan AIDS.

Yohanes Siga menggarisbawahi bahwa upaya tes bagi pasangan yang hendak nikah bukan bermaksud untuk membahas masa lalunya, tetapi lebih pada upaya menyelamatkan masa depan pasangan itu dan keturunan mereka.

“Kita terus melakukan komunikasi dengan tokoh agama guna bersama mencegah penularan HIV dan AIDS dengan menganjurkan kepada pasangan yang hendak menikah melakukan tes HIV dan AIDS terlebih dahulu,” ujarnya.

Yan menambahkan, langkah ini dilakukan mengingat masih banyak balita di Kabupaten Sikka yang tertular HIV dan AIDS dari orang tuanya sehingga usulan tersebut seharusnya mendapatkan respon positif karena untuk menyelamatkan pasangan tersebut.

“Kalau misalnya, hasil tes ditemukan prianya dinyatakan positif Hiv dan AIDS maka yang bersangkutan bisa langsung menjalani pengobatan dan selama berhubungan seksual dengan pasangannya maka wajib mengenakan kondom,” ucapnya.

Sementara itu, Pengelola Program Monitoring dan Evaluasi (Monev) KPA Sikka, Yakobus Ernesto Kalla menambahkan, dalam upaya mencegah peningkatan kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Sikka, pihaknya telah mendistribusikan 20.448 pcs kondom.

Yakobus menjelaskan, kondom-kondom tersebut didistribusikan ke 12 tempat hiburan malam dan 2 hotel di Kota Maumere selama periode Januari hingga Oktober 2020 dan sehingga saat ini stok kondom di kantornya hanya tersisa 432 pcs saja.

“Sebagian besar kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Sikka terjadi melalui hubungan seks dengan pasangan yang berisiko dan terjadi di sejumlah tempat hiburan malam di Kota Maumere. Makanya kami melakukan pendistribusian kondom untuk mencegah penularan kasusnya,” terangnya.

Yakobus menambahkan, selain membagi kondom, KPA Sikka terus melakukan upaya pencegahan penularan HIV dan AIDS dengan memberdayakan 31 Warga Peduli AIDS (WPA) yang tersebar di 31 desa dan kelurahan.

Ditambahkannya, KPA Sikka juga melakukan penguatan kapasitas populasi kunci, dan memberdayakan penjakau lapangan yang terus berkomunikasi dan mensosialisasikan seputar HIV dan AIDS kepada populasi berisiko seperti wanita Pekerja Seks (WPS), waria, dan pria yang melakukan hubungan sesama jenis.

“Beberapa upaya ini tetap kami lakukan sebagai langkah untuk mencegah terjadinya penularan HIV dan AIDS di Kabupaten Sikka. Tentunya kami membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak termasuk kelompok-kelompok di masyarakat,” harapnya.

Lihat juga...