Pengen Sehat? Jangan Konsumsi 4 Camilan Tidak Sehat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Camilan sebenarnya adalah mengkonsumsi sesuatu dalam jumlah kecil di antara dua jam makan. Misalnya antara makan pagi ke makan siang dan dari makan siang ke malam.

Ahli Gizi dr. Nurul Ratna, M.Gizi, SpGK, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (27/11/2020) – Foto Ranny Supusepa

Fungsinya untuk menjaga metabolisme tubuh selama masa diantara jam makan tersebut. Tapi yang sering terjadi, alih-alih mengkonsumsi makanan sehat, waktu camilan sering sekali menjadi peluang untuk peningkatan gula dalam darah atau menjadi akses masuknya garam dan minyak dalam jumlah berlebih.

Ahli Gizi dr. Nurul Ratna, M.Gizi, SpGK, menyatakan mengkonsumsi camilan boleh saja. Asalkan yang sehat.

“Yang sehat itu apa? ya seperti buah segar atau puding buah rendah gula. Hindarkan semua snack yang mengandung gula berlebih. Biasanya yang seperti ini rasanya malah enak. Tapi berpotensi meningkatkan gula darah,” kata Nurul saat dihubungi Cendana News, Jumat (27/12/2020).

Lalu apa saja yang camilan yang tidak sehat itu?. mengapa camilan itu menjadi tidak sehat.

1. Dada ayam goreng fast food atau yang lebih dikenal dengan nama fried chicken. Dalam dada ayam goreng fast food itu mengandung 250-350 kkal per porsinya, yang setara dengan 2-3 sendok makan minyak.

“Kalau daging ayamnya sendiri hanya sekitar 100 kkal. Tapi karena digoreng dengan tepung, akhirnya kadar kalorinya meningkat. Sehingga lebih baik jika kita memasak sendiri. Tentunya dengan pilihan bumbu yang disenangi keluarga tanpa menambah jumlah kalori terlalu banyak,” papar Nurul.

2. Jenis minuman manis yang mengandung gula berlebih atau minuman dalam kemasan.
Contohnya, Es Boba yang nge-trend itu, mengandung 250-350 kkal dengan ukuran medium yang setara dengan 2-3 sendok makan gula.

“Minum seperti itu kan asyik. Membuat nyaman. Tapi kandungan gulanya sangat banyak. Biasanya mengkonsumsinya bisa lebih dari satu kemasan,” ucap Nurul.

Dengan anjuran konsumsi gula yang hanya 4 sendok makan per hari atau sekitar 50 gram, Nurul menyatakan kecenderungan peningkatan jumlah gula dalam tubuh akan terjadi jika terlalu banyak mengkonsumsi minuman manis seperti ini.

3. Berbagai jenis gorengan
Gorengan merupakan makanan umum yang sering dikonsumsi oleh masyarakat tanpa menyadari bahayanya bagi kesehatan tubuh.

“Gorengan itu mengandung 150-250 kkal per potongnya atau setara dengan 2-3 sendok makan minyak. Nah, kebanyakan orang kalau makan gorengan kan tidak hanya satu potong saja. Bisa 3-4 potong. Apalagi jika dimakan bersama cabai rawit atau saos sambal,” urainya.

Ia juga menceritakan banyak yang berkonsultasi padanya untuk menurunkan berat badan. Tapi tidak bisa menghilangkan kebiasaan makanan gorengan.

“Pengen nurunin berat badan. Tapi gak bisa lepas dari gorengan. Kan susah. Karena gorengan itu sesuatu yang jamak ada di sekitar kita, harganya murah dan cenderung memberi rasa kenyang,” ungkap Nurul.

Ia menyatakan jika hanya satu, sudah mengandung sudah mengandung 2-3 sendok minyak, artinya kalau memakan 4 potong sudah mengandung 8-12 sendok minyak.

“Padahal anjuran yang disampaikan pemerintah hanya 5 sendok makan per hari. Atau setara 67 gram. Banyak lebihnya,” ujarnya.

4. Snack kemasan
Kandungan kalori dari snack dalam kemasan adalah yang paling besar di antara camilan yang tidak sehat.

“Bisa mencapai 500-700 kkal yang setara dengan setengah sendok garam dalam satu kemasan medium. Dan biasanya kalau sedang kerja atau nonton atau ngumpul bareng teman kan kita makannya tidak hanya satu. Nilai kalorinya sangat jauh dari kandungan yang disarankan, yaitu maksimal hanya 5 gram per hari atau kalau kita ukur, setara dengan satu sendok teh,” pungkasnya.

Lihat juga...