Jumlah ODHA di Indonesia capai 543.100 Orang

Admin

YOGYAKARTA, Cendana News – Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS DIY, Laurensia Ana Yuliastanti mengatakan estimasi angka ODHA di Indonesia tahun 2020 mencapai 543.100 orang.

Angka estimasi ODHA di Indonesia itu pada tahun 2022 ini diperkirakan sudah mengalami peningkatan.

“Sementara di DI Yogyakarta angka estimasi ODHA mencapai 9.255 orang,” kata Ana, dikutip dari laman jogjaprov, Jumat (2/12/2022).

Namun dia menekankan, hal terpenting saat ini adalah capaian penanggulangannya untuk membongkar fenomena gunung es kasus HIV AIDS di Indonesia tersebut.

Ana menjelaskan, bahwa kondisi yang mempercepat penularan HIV AIDS sekarang ini mengalami pergeseran.

Dari yang dulu kebanyakan karena penggunaan narkoba suntik, menjadi hubungan seks berisiko.

Pada tahun 2022, KPA melakukan pemetaan kasus berisiko ini mendapati angka transaksi seks meningkat tajam hingga 50 persen dari tahun 2018.

“Tingginya kasus pria pembeli seks tersebut menjadi PR besar bagi DIY,” katanya.

Dia mengatakan pula, bahwa hal tersebut masih menjadi persoalan karena belum ada perangkat daerah yang bertanggung jawab penuh mengampu persoalan itu .

Dia mengingatkan, pria pembeli seks itu sudah pasti akan menularkan pada istrinya di rumah. Dan, akhirnya menularkan pada anak.

“Mata rantai ini yang harus diputus dan strategi penanggulangannya harus diubah,” kata Ana.

Menurut Ana, tujuan penanggulangan HIV AIDS saat ini sesuai Permenkes RI adalah tercapainya tiga zero di tahun 2030.

Tiga zero itu adalah zero new HIV infection, zero AIDS related death, dan zero discrimination.

“Dan, untuk penanggulangan HIV AIDS di DIY sendiri, terdapat beberapa upaya yang telah dan akan terus dilakukan,” ujar Ana.

Dia menjelaskan, upaya yang dilakukan adalah koordinasi lintas sektor, keterlibatan OPD dalam perencanaan penganggaran penanggulangan HIV AIDS, dan pemetaan populasi kunci untuk mengetahui kondisi terbaru.

“Selanjutnya, dilakukan pula kolaborasi program serta koodinasi dengan LSM dan populasi kunci untuk penanggulangannya,” paparnya.

Dia menambahkan, penanggulangan HIV AIDS di DIY juga dihadapkan pada beberapa tantangan. Salah satunya adalah strategi pencegahan HIV pada usia muda belum optimal.

Selain itu, masih tingginya stigma dan diskriminasi terhadap penderita HIV AIDS.

Belum lagi masih kurang kuatnya integrasi program HIV ke dalam program perempuan, anak, kekerasan, dan gender.

“Panti asuhan anak juga belum disiapkan untuk menerima anak dengan HIV,” ujarnya.

Lihat juga...