Terdampak Covid-19, Penginapan di Sikka Tutup Sementara
Editor: Makmun Hidayat
MAUMERE — Merebaknya pandemi Covid-19 membuat sektor pariwisata terpukul, termasuk bisnis penginapan kecil-kecilan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) juga terdampak.
Semua penginapan yang berada di pesisir pantai terutama di wilayah timur Kota Maumere, selama ini mengandalkan kunjungan wisatawan asing untuk snorkling dan diving di Teluk Maumere, terpaksa tutup.
“Sejak Februari 2020 sudah tidak ada lagi wisatawan asing yang datang berkunjung ke Kabupaten Sikka. Kami terpaksa menutup penginapan dan memanfaatkan waktu untuk lakukan perbaikan,” kata Wenefrida Efodia Susilowati, pemilik home stay Pantai Paris, Kota Maumere, Selasa (22/9/2020).

Susi sapaannya menyebutkan, 4 buah kamar di tempat penginapannya tutup padahal sebelum merebaknya pandemi corona dalam sehari minimal ada 2 wisatawan asing yang menginap.
Sepinya wisatawan kata dia, mengakibatkan bisnis sewa sepeda motor pun praktis tidak berjalan sebab biasanya wisatawan asing menyewa sepeda motor untuk berwisata ke berbagai wilayah di Pulau Flores.
“Kami pengusaha kecil di sektor pariwisata terpaksa banting setir berjualan berbagai produk makanan dan kain tenun melalui daring untuk mememeuhi kebutuhan keluarga,” sebutnya.
Susi mengaku terpaksa menghentikan pesanan catering makanan akibat tidak adanya tamu yang menginap di home stay serta menyewakan tempatnya untuk pertemuan-pertemuan lokal.
“Ada beberapa organisasi yang membuat kegiatan dan pesertanya menginap di tempat saya. Tapi itu pun sangat jarang sekali, hanya sekali pertemuan dalam sebulannya. Saya juga menyewa tempat saya untuk camping atau berkemah,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Sonya da Gama dari Floressa Tour yang memiliki guest house Dorm Floressa yang juga menutup usahanya sejak merebaknya pandemi Covid-19 sejak bulan Februari 2020.
Menurut Sonya, guest house miliknya selalu ramai ditempati wisatawan asing terutama wisatawan backpacker dengan harga sewa per malamnya sangat murah dan fasilitas yang disediakan tergolong lengkap.
“Sejak pandemi corona praktis tidak ada kunjungan wisatawan sama sekali. Kami juga terpaksa menjual makanan dan minuman dengan mempromosikan secara daring khusus pelanggan di Kota Maumere agar bisa mendapatkan penghasilan,” terangnya.
Sonya menambahkan, sebelum pandemi corona, guest house Dorm Floressa selalu ramai dikunjungi wisatawan karena merupakan penginapan bintang lima dan memiliki fasilitas yang lengkap.
Susi dan juga Sonya berharap agar pandemi corona segera berakhir agar kunjungan wisatawan kembali bergeliat karena mereka hanya mengharapkan pemasukan dari sektor pariwisata.