Pedagang Ponsel Bekas di Bogor Raup Untung Saat PJJ

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BOGOR – Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) memberikan keuntungan bagi para pedagang ponsel bekas atau disebut juga hape seken. Para orang tua yang membutuhkan hape untuk keperluan anaknya belajar online, akhirnya menjatuhkan pilihan pada hape seken untuk menghemat dana pembelian.

Salah seorang pedagang hape seken, Sapri menyatakan, tingkat pembelian hape seken, meningkat drastis pasca pemberlakuan PJJ.

“Kalau dulu, saya hanya bisa menjual 4 hingga 5 hape seken per minggunya, sekarang bisa mencapai 10 hape per minggunya,” kata Sapri saat ditemui di konternya yang berlokasi di Wanaherang, Bogor, Selasa (22/9/2020).

Dan harga, lanjutnya, juga meningkat sekitar 15-25 persen.

“Belum ditambah dengan penjualan pulsa, yang juga menunjukkan peningkatan. Yang paling banyak ya pembelian pulsa untuk membeli kuota. Ada beberapa provider yang memang dipilih, karena murah,” ujarnya lagi.

Untuk mengejar ketersediaan hape, Sapri menyatakan saat ini ia bekerja sama dengan beberapa tukang servis.

“Jadi, yang diangkat hape rusak, lalu dibenerin, baru dijual. Ini membuat harga kita bisa lebih murah dari konter lainnya. Selain itu, kita juga jual via online. Sehingga pasarnya menjadi lebih luas,” ucapnya.

Untuk penjualan secara online, ia menyatakan, pembeli bisa datang ke konternya jika lokasi pembeli dekat.

“Jika jauh, juga bisa diantar ke lokasi pembeli. Biasanya harga yang disepakati sudah termasuk ongkos kirim. Tergantung jauh atau dekat lokasi pembeli,” imbuhnya.

Sistem penjualan online ini, lanjutnya, mengambil porsi lebih besar dalam penjualan.

“Banyak yang males keluar rumah. Mending nambah Rp20-Rp50 ribu, tapi hape yang datang. Apalagi sekarang sering hujan, ya mending minta anter saja. Atau istilahnya COD,” tandasnya.

Ramida, salah seorang ibu yang datang ke konter milik Sapri, menyatakan dirinya memilih hape seken karena pertimbangan mendapatkan harga murah untuk hape dengan spesifikasi yang cukup lumayan.

Ramida, salah seorang ibu yang datang ke konter milik Sapri untuk membeli hape seken, Selasa (22/9/2020) – Foto: Ranny Supusepa

“Kan aplikasinya banyak mbak untuk anak sekolah. Jadi, kata anak harus beli yang 2/16 atau 3/32. Kalau yang baru, nggak ada dananya mbak. Jadi saya beli seken,” kata ibu yang memiliki anak di jenjang SMP dan SD ini.

Ia mengakui, selisih harga antara membeli baru dengan seken cukup jauh. Jadi, tidak terlalu memberatkan dirinya yang hanya bekerja di pabrik.

“Kalau beli baru, dengan uang Rp1,5 juta hanya bisa satu hape. Kalau seken, bisa dapet dua hape,” ujarnya.

Lagi pula, menurutnya, kondisi hape seken yang dibelinya cukup bagus.

“Lecet-lecet ada sih, tapi namanya hape seken ya nggak bakal muluslah. Yang penting bisa dipakai saja,” imbuhnya.

Lihat juga...