Dandim dan Personel Kodim 1603/Sikka Lakukan Isolasi Mandiri
Editor: Koko Triarko
MAUMERE – Kantor Kodim 1603/ Sikka, Nusa Tenggara Timur, tutup sementara, setelah 23 personel tamtama remaja Prajurit Pembina Desa (Prabinsa) Kodim 1603/Sikka, dinyatakan positif Covid-19.
Semua anggota yang bertugas di Makodim 1603 Sikka sebanyak 20 orang, bersama Komandan Kodim (Dandim) 1603 Sikka melakukan karantina mandiri selama 14 hari ke depan, karena pernah kontak erat dengan Prabinsa yang positif Covid-19.
“Untuk langkah ke dalam, sementara di markas Kodim 1603 dilakukan karantina mandiri,“ tegas Dandim 1603 Sikka, Letkol Inf. M. Zulnalendra Utama, S.I.P., Kamis (24/9/2020).

Zulnalendra menyebutkan, semua anggota yang bertugas di Makodim 1603 Sikka tidak diperbolehkan keluar selama 14 hari ke depan, kecuali anggota yang bertugas di Koramil, karena mereka bertugas di luar.
Namun ia mengatakan bukan melakukan lockdown, tetapi dirinya bersama seluruh staf melakukan karantina mandiri dan untuk sementara waktu, tamu yang ada kepentingan dengan Kodim 1603 Sikka, bisa berhubungan dengan Koramil.
“Saya akan stand by di Makodim 1603 Sikka selama 24 jam. Kalau ada kegiatan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang harus melibatkan saya, maka diwakilkan oleh Komandan Koramil (Danramil),” tuturnya.
Zulnalendra menyebutkan, selama menjalani masa karantina mandiri tersebut, bila ada yang mengalami gejala Covid-19, akan dilakukan pemeriksaan swab untuk memastikan statusnya.
Ia menambahkan, langkah-langkah yang diambil Kodim 1603 Sikka, yakni 23 Prabinsa akan dikarantina di gedung SCC sampai 14 hari ke depan, dan keputusannya bila tidak menunjukkan gejala, akan dilakukan pengecekan oleh petugas kesehatan.
“Setelah menjalani masa karantina, maka untuk memastikan apakah sudah sehat atau belum, dilakukan pengecekan oleh petugas kesehatan. Bila sudah sehat, maka bisa bergabug kembali ke Kodim 1603 Sikka,” terangnya.
Dandim Sikka berharap, dengan langkah ini Prabinsa dinyatakan sembuh dan staf yang bertugas di Makodim 1603 Sikka juga bisa negatif, sehingga bisa mencegah terjadinya tranmisi lokal di Kabupaten Sikka.
Dia menyebutkan, kerja Tentara Nasional Indonesia (TNI) selalu bersinggungan dengan masyarakat, sehingga harus memberi contoh yang baik, dan harapannya setelah 14 hari ke depan, Kabupaten Sikka kembali ke zona hijau dan terbebas dari Covid-19.
“Dari 23 Prabinsa yang positif tersebut, hanya ada beberapa saja yang keluar Makodim karena ada keperluan di keluarga. Semua sudah dilakukan tracing atau penelusuran oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka,” jelasnya.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, mengakui untuk Kabupaten Sikka, hingga saat ini belum ditemukan adanya transmisi lokal.
Menurut Petrus, Tim Gugus Tugas melakukan penelusuran terhadap semua warga yang pernah kontak erat dengan 23 Prabinsa Kodim 1603 Sikka, guna dilakukan pengecekan dan pemantauan.
“Kita lakukan penelusuran terhadap semua yang kontak erat dengan 23 anggota Prabinsa tersebut. Bila warga yang kontak erat tersebut menunjukkan gejala Covid-19, akan dilakukan swab,” jelasnya.