Sumbar Rancang Lahan Bekas Tambang Ilegal Jadi Produktif

Editor: Koko Triarko

PADANG – Lahan bekas tambang ilegal di Jorong Balah Hilia Utara, Nagari Balah Hilia Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, seluas 4,2 hektare, akhirnya masuk dalam rencana program Pemulihan Lahan Akses Terbuka dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatra Barat, Siti Aisyah, mengatakan ada sejumlah rencana konsep yang akan diterapkan di kawasan tersebut. Setelah terlaksananya rapat di kantor Wali Nagari, Tim dari Bidang P2KL PHL melakukan pemetaan lokasi kembali di beberapa titik lokasi melalui drone.

Pemantauan dengan drone untuk mengetahui akses jalan menuju lokasi rencana pengembangan Ekowisata di Jorong Balah Hilia Utara, yang berada di lahan 4,2 Hektare (Ha).

Untuk pemulihan sekitar 4,2 Ha, dilaksanakan dengan mengembangkan Konsep Pemulihan Ekowisata Balah Hilia Lubuk Alung dalam bentuk seperti Wisata Air, Arboretum (Koleksi Pohon Endemik).

“Untuk Konsep Wisata Air yang direncanakan adalah pemanfaatan utama pada tapak berada di lokasi bekas galian pasir yang tergenang yang dirancang sebagai ruang aktivitas wisata air,” ucap Siti Aisyah, Rabu (12/8/2020).

Selain itu, lahan tersebut bakal difungsikan sebagai ruang wisata berbasis air, seperti permainan perahu atau sampan. Selain itu, tapak berfungsi ekologis dalam menampung sumber daya air (reservoir).

Pada zona wisata air, direncanakan pula ruang bermain anak (children playground) untuk memberikan ruang khusus bagi anak-anak, khususnya, dan umumnya bagi pengunjung untuk berekspresi dan mengaktualisasikan dirinya dalam suasana bermain.

Juga ada tapak dirancang pula untuk mengakomodasi kebutuhan wisata dan rekreasi keluarga. Dalam hal ini, fasilitas arena pemancingan dan gazebo dengan bentuk arsitektur khas Minangkabau direncanakan untuk memberikan kesan yang nyaman dan berkesan bagi pengguna.

“Lalu untuk Konsep Wisata Arboretum, ada ruang wisata pertanian yang direncanakan untuk memberikan ruang khusus dalam mengkonservasi jenis tanaman khas maupun memproduksi jenis tanaman buah lokal unggulan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan telah adanya rencana itu, di Jorong Balah Hilia Utara Nagari Balah Hilia Lubuk Alung, nantinya bisa berkembang perekonomian masyarakat. Intinya, dengan adanya program Pemulihan Lahan Akses Terbuka itu akan dimanfaatkan sebaik mungkin.

Ada tapak dirancang menjadi tiga zona inti, yaitu Zona Konservasi Budaya, yang dirancang untuk menjaga eksistensi jenis tanaman lokal yang menjadi identitas bagi masyarakat lokal seperti tanaman gambir, pinang, dan kakao.

Lalu juga ada Zona Konservasi Lingkungan, dirancang untuk jenis tanaman konservasi air dan tanah seperti nipah. Serta ada Zona Produksi, dibagi menjadi dua sub zona, yaitu zona buah, dirancang untuk menanam beberapa jenis komoditas unggulan seperti durian dan duku. Dan, zona pakan hijauan, dirancang sebagai model peternakan tradisional dengan memanfaatkan rumput pakan seperti rumput gajah.

“Konsep vegetasi ini direncanakan menjadi arboretum sebagai ruang konservasi lokal (local biodiversity conservation) di wilayah Padang Pariaman,” kata dia.

Selanjutnya ada konsep Hidrologi pada tapak dirancang untuk memenuhi 3 kondisi, yakni memenuhi kebutuhan air pada tapak, pemanfaatan air sungai Batang Anai melalui saluran pengaliran yang diarahkan ke pengairan ruang wisata.

Mengalirkan limbah cair dari tapak, air buangan dari kolam dan limbah aktivitas swasta dialirkan melalui drainase terbuka. Serta mengurangi risiko banjir akibat Sungai Batang Anai, yang artinya luapan air sungai diatur dengan menggunakan pintu air di area inlet.

Tidak hanya itu, juga ada Konsep Vegetasi, yang dirancang untuk memenuhi setidaknya empat fungsi utama, adalah konservasi untuk memulihkan lahan pascatambang (revegetasi), dan meningkatkan keanekaragaman hayati dengan memanfaatkan tanaman eksisting seperti ketapang kencana (terminalia mantaly), trembesi (Samanea saman ) flamboyan ( Delonix regia), dan jenis rerumputan/pakan hijauan.

Selanjutnya ada edukasi, untuk memberikan informasi terkait keaneka-ragaman hayati dan manfaatnya bagi masyarakat dan lingkungan. Dalam hal ini, secara khusus dirancang penanaman jenis tanaman identitas bagi masyarakat Minangkabau umumnya, dan khususnya bagi masyarakat Padang Pariaman seperti pinang, gambir dan kakao.

Serta ada rekreasi untuk memberikan keindahan, kenyamanan, dan kesehatan bagi masyarakat, dengan memanfaatkan jenis tanaman berbunga dan yang berfungsi untuk ameliorasi iklim mikro. Produksi juga untuk memberikan pendapatan finansial bagi masyarakat dari hasil produksi tanaman, dengan memanfaatkan jenis tanaman buah unggulan, seperti durian, duku, kelapa, dan sebagainya.

“Secara umum, vegetasi dirancang di seluruh kawasan dengan pengkhususan pada zona wisata pertanian (agrowisata), untuk jenis buah-buahan lokal,” ungkap dia.

Sementara untuk Konsep Sirkulasi pada tapak dirancang dengan pola memutar (looping), untuk mengakomodasi pejalan kaki dan kendaraan bermotor dalam dua arah (two ways).

Jalur sirkulasi dibagi menjadi dua, yaitu jalur kendaraan bermotor mulai dari akses keluar/masuk kawasan hingga area parkir. Jalur pejalan kaki umum, mulai dari gerbang hingga mengelilingi kawasan wisata.

Selanjutnya ada Konsep Fasilitas dan Utilitas, ada Kawasan wisata berbasis air yang dilengkapi dengan berbagai jenis sarana dan prasarana penunjang untuk memberikan kenyamanan dalam pemanfaatan ruang.

“Fasilitas penunjang yang direncanakan, yaitu terdapat pada zona penerimaan (entrance) yang dilengkapi dengan fasilitas pusat informasi, toko suvenir, gerbang, area parkir, fasilitas food court, musala, toilet, serta utilitas listrik dan air,” tegas dia.

Siti Aisyah menjelaskan, saat ini tahapan perencanaan Pemulihan Lahan Akses Terbuka di Jorong Balah Hilia Utara itu, sudah mencapai tahap penandatanganan kontrak, yang dilakukan pada Jumat 7 Agustus 2020.

“Jadi untuk tahapan yang telah dilalui terkait pemulihan lahan akses terbuka di Jorong Balah Hilia Utara, itu telah ada sejumlah kesepakatan,” katanya.

Siti Aisyah memaparkan, tahapan yang telah dilalui, yakni rencana pemulihan lahan akses terbuka di Jorong Balah Hilia Utara, telah diawali dengan adanya inisiasi masyarakat Lubuk Alung yang disambut oleh Bupati Padang Pariaman.

Bahkan, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengusulkan proposal ke KLHK. Kemudian, KLHK menyambut hal positif tersebut dan memasukkannya ke dalam program perencanaan di KLHK. Dalam prosesnya, pada 2018 KLHK bekerja sama dengan ITB, menyusun Studi Kelayakan dan DED rencana pemulihan.

Selanjutnya, KLHK bekerja sama dengan IPB pada 2019 telah menyusun Dokumen Lingkungan Hidup (UKL UPL) dan sudah memperoleh Izin Lingkungan dari Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.

Lalu, proses lelang ulang yang diselenggarakan KLHK telah selesai dan telah dilakukan penetapan pemenang lelang. Dan, 7 Agustus 2020 dilaksanakan penandatangan kontrak yang segera akan dilaksanakan pengerjaannya Agustus 2020.

“Ada beberapa hal yang didiskusikan/berkembang dalam rapat Rencana Pemulihan Lahan Akses Terbuka di Jorong Balah Hilia Utara yang dilaksanakan pada 27 Juli 2020 di kantor Wali Nagari Balah Hilia Kecamatan Lubuk alung itu,” ujar dia.

Menurutnya, diperlukan dukungan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) dalam rangka Normalisasi Sungai, yang terkait dengan sungai pada wilayah lahan yang akan dipulihkan. Selain itu, juga sudah terbentuk BUMNag Remaja Sepakat Mekar Bersama, yang dalam rencananya terlibat langsung dalam pengelolaan/pengembangan Ekowisata di Jorong Balah Hilia Utara.

“BUMNag Remaja Sepakat Mekar Bersama sudah terbentuk sejak 2019, dengan sektor usaha saat ini adalah peternakan,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, mengapresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup yang telah memiliki konsep yang begitu bagus. Irwan berharap, bila semua itu benar-benar telah berjalan, dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cinta lingkungan.

“Di sisi lain, dapat menumbuh kembangkan perekonomian masyarakat setempat, karena bisa menjadi tempat wisata, dari lahan bekas tambang tersebut,” ungkap Gubernur.

Lihat juga...