Cegah Penyebaran Corona KKP Panjang Pasang ‘Thermo Scanner’
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Libur panjang Tahun Baru Islam 1442 Hijriah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) siagakan alat thermo scanner.
Suwoyo, koordinator KKP Kelas II Panjang, wilayah kerja Bakauheni menyebut alat thermo scanner dipasang antisipasi penyebaran wabah Covid-19. Alat dan petugas disiagakan pada dermaga reguler dan terminal eksekutif Bakauheni.
Pemasangan alat thermo scanner menurut Suwoyo menjadi lapis kedua pemeriksaan suhu tubuh penumpang. Sebab saat masa libur tahun baru Islam sejak 20-23 Agustus 2020 petugas melakukan pengetatan di pintu masuk. Pemeriksaan secara manual dilakukan oleh petugas keamanan pelabuhan di pintu masuk dan akses menuju garbarata.

Pemeriksaan suhu tubuh memakai thermo gun diiringi dengan penyiapan alat cuci tangan lengkap dengan sabun. Setiap calon penumpang yang akan naik kapal diwajibkan memakai makser, mencuci tangan, menjaga jarak. Pendisiplinan pemakaian masker dilakukan dengan melarang calon penumpang tidak memakai masker.
“Pelabuhan Bakauheni menjadi salah satu pintu masuk penumpang domestik dari pulau Jawa yang sebagian merupakan zona merah penyebaran Covid-19 sehingga perlu dilakukan pengetatan,” terang Suwoyo saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (21/8/2020).
Koordinasi dengan pihak PT ASDP Indonesia Bakauheni menurut Suwoyo dengan penyediaan fasilitas ruang isolasi. Ruang isolasi disiapkan pada area terminal eksekutif dan reguler untuk pemeriksaan lebih lanjut penumpang yang memiliki suhu tubuh lebih dari 38 derajat. Ruang perawatan yang disediakan KKP menurutnya telah disediakan petugas dokter, sanitarian dan perawat.
Selama masa liburan tahun baru Islam Suwoyo menyebut calon penumpang wajib memiliki kartu kewaspadaan kesehatan atau Electronic Health Alert Card (e-HAC).
Kartu berbentuk aplikasi tersebut wajib dimiliki setiap penumpang yang akan melakukan perjalanan antar-kota dan melalui pelabuhan serta bandara. Kartu kewaspadaan kesehatan domestik bisa diunduh melalui laman inahac.kemenkes.go.id.
“Saat ini semua warga yang akan melakukan perjalanan dalam negeri melalui laut dan udara diwajibkan memiliki aplikasi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik,” bebernya.
Kedisiplinan calon penumpang yang melakukan perjalanan dengan kapal laut menurutnya terus ditingkatkan. Selain pada area pelabuhan petugas di atas kapal juga terus melakukan pendisiplinan protokol kesehatan (Prokes). Pengaturan tempat duduk di area pelabuhan telah diberi tanda silang untuk menjaga jarak dan disediakan sejumlah tempat cuci tangan.
Peningkatan jumlah penumpang saat arus libur panjang tahun baru Islam menurutnya alat thermo scanner efektif digunakan. Sebab alat yang menerapkan sensor akan membaca suhu tubuh penumpang yang melintas tepat di depan thermo scanner. Petugas akan memantau melalui layar yang mendeteksi suhu tubuh penumpang.
“Petugas tetap bisa menjaga jarak dengan calon penumpang dengan pantauan suhu tubuh di atas 38 derajat akan menyala warna merah, dan warna hijau pada suhu normal,” cetusnya.
Peningkatan arus kedatangan penumpang saat libur tahun baru Islam diakui Warsa, kepala Gabungan pengusaha angkutan sungai danau dan penyeberangan (Gapasdap) Bakauheni.
Ia memastikan peningkatan mencapai 30 persen dibandingkan hari biasa karena pemerintah menetapkan cuti bersama. Arus kedatangan penumpang telah terjadi sejak Kamis (20/8) dan puncaknya pada Minggu (22/8).
“Kesiapan fasilitas dermaga dan kapal mencukupi untuk pelayanan arus liburan tahun baru Islam rata-rata mencapai 29 unit kapal,” bebernya.
Pelayanan kapal menurutnya tetap menjalankan protokol kesehatan. Sejumlah petugas diwajibkan memakai masker, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak.
Langkah pendisplinan kesehatan dilakukan oleh operator kapal dengan mewajibkan anak buah kapal (ABK) selalu memakai masker. Sebab sejumlah ABK memiliki potensi kontak lebih banyak dengan penumpang.