Berwisata ke Kebun Milik Giyanto Bisa Makan Jeruk Sepuasnya

Seorang pengunjung sedang memilih buah jeruk yang akan dipetiknya di agrowisata milik Giyanto – Foto Ant

KOTA METRO – Wisatawan dari beberapa daerah, seperti Jakarta, Bengkulu dan Palembang, yang mengunjungi kebun jeruk jenis “BW” milik Giyanto, di Kecamatan Metrokibang, Kabupaten Lampung Timur, bisa memetik dan makan buah jeruk sepuasnya.

“Bagus untuk mengedukasi anak-anak untuk mengetahui secara langsung tentang tanaman jeruk. Selain itu, diajak untuk memilih dan memetik yang masak,” kata D. Pasaribu, pengunjung asal Jakarta, yang ditemui di kebun tersebut, Minggu (23/8/2020).

Pasaribu mengunjungi kebun jeruk tersebut, bersamaan dengan agenda menghadiri pernikahan keponakan di Kota Metro, Lampung. Dia mendapatkan informasi keberadaan kebun jeruk yang sedang berbuah dan dibuka untuk umum. “Meski gratis makan sepuasnya, tetapi saya coba, maksimal cuma mampu makan tiga buah. Rasanya asam manis, tetapi tetap kuat manisnya dan segar,” tambahnya.

Pengunjung lainnya, Yudi Jiman, asal Kota Palembang, Sumatera Selatan mengatakan, dia menyempatkan berkunjung karena sedang dalam perjalanan pulang dari Jakarta. “Kebetulan tadi masih pagi tiba di Lampung. Jadi rekreasi dulu menemani istri mencari bunga dan sekaligus mampir ke kebun ini,” tandasnya.

Yudi menyebut, keberadaan tol membuat jarak tempuh dari kotanya menjadi relatif lebih singkat. Dan yang paling penting perjalanan menjadi lebih aman. “Kita mau pulang tengah malam pun tidak khawatir dari sisi keamanan, yang penting kita sehat dan tidak mengantuk saat menyetir,” tandasnya.

Selain warga dari luar provinsi, warga Provinsi Lampung-pun banyak yang mengunjungi kebun jeruk. Utamanya warga yang tinggal di Kota Bandarlampung. “Sudah lama ingin berkunjung ke sini. Kebetulan tadi ada undangan pernikahan anak kawan di Kota Metro jadi sekalian mampir,” kata Hartini, warga Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kota Bandarlampung.

Hartini menyebut, harga tiket masuk ke kebun tersebut dinilainya cukup tinggi, meski hanya Rp10.000 per-orang. Sementara harga buah jeruk hasil petik langsung dibekun Rp15 ribu per-kilogram. “Kami sering beli di Bandarlampung harganya hanya Rp10 ribu per kilo. Memang di sini kita bisa memilih buah sendiri tetapi perbedaanya tetap tinggi,” tandasnya.

Penilaian harga tiket yang kemahalan, karena pengujung disebutnya hanya datang untuk melihat kebun dan memetik buah jeruk yang ingin dibeli. Biaya masih harus ditambah kutipan parkir sebesar Rp10 ribu oleh pemuda setempat. “Memang boleh makan sepuasnya. Paling maksimal tiga buah. Saya rasa ini cukup mahal ya, apalagi kalau datang bersama rombongan,” tandasnya.

Salah seorang pekerja di kebun jeruk, Anto mengatakan, kebun itu hanya dibuka pada hari Sabtu dan Minggu. Dan dibuka selama tanaman jeruknya berbuah. Kebun tersebut pun melayani pembeli dalam partai besar untuk dijual kembali. “Lebih banyak pemasukan ketika dibuat agrowisata seperti ini. Karena kita pun mendapatkan uang dari tiket masuk serta rata-rata pengunjung membeli hasil petikannya sendiri,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...