Destinasi Bahari Tetap Jadi Alternatif Rekreasi Kala Akhir Pekan
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
LAMPUNG — Imbauan untuk menghindari destinasi bahari jelang pergantian tahun imbas perubahan cuaca tidak halangi masyarakat kunjungi pantai. Sejumlah pantai di Bandar Lampung dan Kabupaten Pesawaran masih didatangi wisatawan. Pengunjung dari sejumlah daerah bahkan terlihat memakai jasa biro perjalanan travel, bus dan kendaraan pribadi.
Hendrawan, salah satu wisatawan asal Tanjung Karang menyebutkan, ia memilih pantai Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran yang dekat dan jarang dikunjungi. Hal tersebut dipilih karena sejumlah destinasi bahari lainnya, seperti pantai Tirtayasa, Duta Wisata, Puri Gading terlihat ramai dan berimbas kemacetan di jalan RE Martadinata hingga Jalan Way Ratai, penghubung Bandar Lampung ke Kabupaten Pesawaran.
“Saat jalan macet menuju ke sejumlah pantai, menggunakan moda transportasi motor bisa jadi alternatif tanpa harus terjebak kemacetan saat liburan akhir pekan,” terang Hendrawan saat ditemui Cendana News, Minggu (12/12/2021).
Hendrawan bilang pantai Sukajaya Lempasing jadi alternatif karena jauh dari keramaian. Pantai yang dikelola oleh keluarga Abdul Aziz dan masyarakat itu juga dikenal dengan pantai Kunjir. Aktivitas berenang memakai pelampung bisa dilakukan.
Penyewaan ban pelampung dengan harga mulai Rp10.000 hingga Rp20.000 digunakan untuk keamanan saat berenang dan dapat berenang saat pagi hingga siang, saat kondisi air masih jernih.
“Wisata ke pantai bisa merelaksasi pikiran, mendapat udara segar dan bercengkerama dengan keluarga,” ulasnya.
Pengunjung pantai Sukajaya, Nurmansah, mengaku mengajak anak dan istri untuk memancing dan bermain di pantai berpasir putih. Suasana pantai yang tenang berbeda dengan pantai lain yang ramai dikunjungi wisatawan. Suasana tersebut membuat ia bisa menikmati kebersamaan dengan keluarga.
Sebelum berangkat sang istri telah menyediakan bekal berupa nasi dan sejumlah sayur serta lauk. Hasil memancing di pantai berupa ikan kerapu, kakap hingga udang bisa dibakar.
“Memancing rekreatif tujuannya bukan mendapatkan ikan yang banyak tapi untuk relaksasi pikiran,” ulasnya.
Menikmati pantai berpasir putih, ombak tenang juga jadi pilihan bagi Stevani, warga Bumi Waras. Ia mengaku memiliki minat pada destinasi wisata bahari yang lebih tenang. Pecinta wisata bahari itu bahkan menghindari sejumlah pantai yang justru ramai dikunjungi saat akhir pekan.
Pantai Karang Kambang di Desa Sukajaya Lempasing sebutnya jadi pilihan. Suasana pantai dengan rerimbunan pohon waru laut, ketapang dan bakau cukup menarik untuk fotografi.

Berkunjung ke pantai dengan memakai kendaraan roda dua juga jadi pilihan bagi Stevani. Ia mengaku akses jalan wisata yang terbatas kerap berimbas kemacetan panjang di Jalan RE Martadinata hingga Jalan Way Ratai. Sejumlah kendaraan bus wisata yang datang rombongan berimbas kemacetan pada sejumlah titik. Wisatawan yang hendak berkunjung ke sejumlah pantai sebutnya lebih baik memakai moda transportasi motor.
“Lebih nyaman karena bisa sampai ke lokasi pantai dan biaya parkir lebih murah daripada mobil,” ulasnya.
Sarino, salah satu penyedia jasa sewa perahu menyebut ia kerap melayani penyeberangan ke pulau Tangkil. Memakai perahu tradisional wisatawan menyewa untuk perjalanan pulang pergi. Ongkos menyesuaikan kesepakatan antara wisatawan.
Sejumlah wisatawan juga kerap memilih jasa penyeberangan memakai perahu miliknya ke pulau Permata. Pilihan wisatawan berkunjung ke pantai sebutnya sekaligus jadi sumber penghasilan.
Minat wisatawan mengunjungi pantai kala akhir pekan juga jadi berkah bagi Salimin. Pedagang kuliner memakai gerobak itu menjual sate obong dan sejumlah jajanan kekinian. Semakin banyak wisatawan berkunjung ke pantai ia bisa mengantongi omzet hingga ratusan ribu perhari.