Kearifan Lokal Miliki Andil Besar dalam Kelestarian Lingkungan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG, Cendana News — Kelestarian lingkungan jadi sumber ekonomi dan keberlangsungan hidup warga di wilayah Bandar Lampung. Pasokan air lancar, udara bersih dan hasil hutan bukan kayu (HHBK) dipertahankan secara turun temurun.

Sukirman, warga Desa Kupang Jernih, Kecamatan Teluk Betung Barat menyebutkan, warga hidup berdampingan dengan hutan. Beberapa warga bahkan memiliki kebun berbatasan dengan kawasan taman hutan raya (Tahura) Wan Abdul Rachman. Hal tersebut telah berlangsung sejak puluhan tahun silam.

Sosialisasi dari instansi terkait untuk menjaga hutan berdampak positif bagi warga, seperti halnya air bersih.

“Warga memperoleh air bersih dari sumber mata air Gunung Betung karena pepohonan terjaga dengan baik, menghasilkan buah tanpa harus menebang pohonnya untuk sumber ekonomi,” terang Sukirman saat ditemui Cendana News, Rabu (22/6/2022).

Sukirman bilang pemanfaatan HHBK dilakukan pada sejumlah tanaman. Seperti getah damar, getah karet alam, kemiri, durian, jengkol hingga mangga, kemang.

Pemanfataan lahan kebun di area penyangga hutan sebut Sukirman dilakukan dengan sistem multi purpose tree species (MPTS) memakai jenis karet alam, kelapa, durian, kemiri, kemang, petai, kakao, asam kandis, pisang hingga tanaman lada dan cabai rambat.

Sukirman bilang pemanfaatan HHBK telah disosialisasikan kepada warga. Tanpa merusak tanaman, warga masih bisa mendapat manfaat ekonomi. Memasuki musim mangga warga bisa memanen jenis pakel, kuweni.

“Jenis tanaman berbuah sepanjang tahun berupa kemiri, asam jawa, asam kandis bisa dipanen setiap pekan,”ulasnya.

Sukirjo, warga Kelurahan Batu Putuk, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung memperbaiki selang air bersumber dari kawasan hutan, Rabu (22/6/2022). Foto: Henk Widi

Warga di Kelurahan Batu Putuk, Sukirjo menyebutkan, sumber air terjaga imbas lingkungan dilestarikan. Warga bisa mendapat pasokan air tanpa membuat sumur dengan pemanfaatan air dari bak penampungan.

“Kuncinya menjaga hutan, jika memanfaatkan tanpa menebang pohon sehingga sumber air terjaga,”ungkapnya.

Pemanfaatan HHBK dan hasil perkebunan sebut Sukirjo menjadi penopang ekonomi. Saat kemarau warga sebutnya masih tetap bisa mendapat sumber air bersih imbas pohon yang terjaga.

Kearifan lokal sebut Sukirjo menjadi modal sosial mempertahankan lingkungan. Ia menyebut warga tetap menanam berbagai jenis pohon yang memiliki hasil. Selain berdampak ekonomi dampak lingkungan masih bisa diperoleh melalui pasokan air terjaga, menahan longsor dan meresapkan air hujan.

Lihat juga...