Realisasi Program PEN Capai Rp11,84 Triliun
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
JAKARTA — Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), Rully Indrawan mengatakan, realisasi belanja program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk sektor Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) hingga periode 21 Juli 2020 mencapai Rp11,84 triliun.
“Realisasi ini meningkat dari 8,3 persen menjadi 9,59 persen dari total anggaran mencapai Rp123,46 triliun,” ungkap Rully, pada acara program PEN dan UMKM di gedung Kementerian Koperasi dan Kemenkop UKM, Jakarta, seperti dalam rilisnya yang diterima Cendana News, Selasa (21/7/2020) malam.
Menurutnya, realisasi tersebut tersalurkan melalui program subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp78,40 miliar, penempatan dana untuk restrukturisasi melalui Bank Himbara sebesar Rp11,38 triliun, dan melalui program pembiayaan investasi ke koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) sebesar Rp 381,4 miliar.
Dia mengaku penyerapan dana PEN untuk sektor KUMKM memang perlu diakselerasi karena memang tergolong lambat. Namun, kata dia, dengan sudah keluarnya DIPA (Daftar Isian Pelaksana Anggaran) dari Kementerian Keuangan, maka diharapkan bisa lebih cepat tersalurkan.
Rully berharap dana PEN untuk KUMKM dapat tersalurkan sepenuhnya hingga September 2020 mendatang.
“Ada progress yang kita akui masih lambat. Kita masih telusuri di mana penghambatnya, dan memang rata-rata sosialisasinya kepada masyarakat yang belum sepenuhnya berjalan baik,” imbuh Rully.
Lebih lanjut disampaikan, realisasi penempatan dana pemerintah kepada Bank Himbara untuk program restrukturisasi tersebut tersalurkan kepada 178.056 debitur.
Rincian masing-masing bank yang menjalankan program tersebut yaitu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp8,12 triliun. Kemudian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp1,88 triliun.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp1,29 triliun dan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) sebesar Rp75,37 miliar.
Sehingga total penerima program PEN hingga 21 Juli 2020 menjadi 1.095.950 pelaku KUMKM melalui penerima manfaat dari penerima subsidi bunga KUR sebanyak 917.860 UMKM. Serta UKM debitur Himbara sebanyak 178.056 dan koperasi penerima dana investasi LPDB sebanyak 34 koperasi.
Direktur Hubungan Kelembagaan BMRI, Donsuwan Simatupang menambahkan, pihaknya menerima penempatan dana pemerintah sebesar Rp10 triliun. Ditargetkan dalam tiga bulan ke depan bisa mengekskalasi nilai pembiayaan hingga tiga kali lipat.
“Posisi Juli kita sudah salurkan Rp 12 triliun sampai 17 Juli 2020 kemarin. Dari total itu, 25 persennya ke UMKM dengan jumlah debitur 14.500 dan hanya 17 debitur yang sektor komersial. Ini komitmen Bank Mandiri untuk mendukung program PEN,” ujarnya.
Dia menyebut, sebagai salah satu strategi yang diterapkan dalam penyaluran kredit produktif pada UMKM, pihaknya meluncurkan aplikasi Mandiri Pintar.
Dalam penerapan aplikasi ini, pihaknya mengoptimalkan pelibatan lebih dari 6.700 tenaga pemasar (mikro kredit sales/MKS) yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mendatangi debitur, memproses pengajuan kredit mikro produktif baru, ataupun top up atas kredit mikro produktif eksisting.
Aplikasi ini merupakan sebuah terobosan dalam hal digitalisasi pengajuan kredit mikro produktif. Sehingga dapat memangkas proses administrasi, dan keputusan kredit dapat diperoleh dalam waktu 15 menit sejak data debitur di-input ke sistem Mandiri Pintar.
“Aplikasi kredit berbasis smartphone (android) ini juga sangat praktis, karena proses pengajuan dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja,” pungkasnya.