Manfaatkan Pohon Kelapa, Warga Hatta Produksi Legen dan Gula

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Melimpahnya tanaman kelapa di wilayah Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) dimanfaatkan warga untuk meningkatkan perekonomian. Pembuatan air nira menjadi legen dan gula kelapa  menjadi salah satu pilihan bagi sejumlah warga di Dusun Merut, Desa Hatta selama belasan tahun silam.

Ihak, warga setempat menyebutkan, air proses penyadapan atau menderes ditampung pada jerigen dan potongan bambu. Penyadapan dilakukan sejak pagi dan bisa dipanen sore hari. Sebaliknya proses penyadapan pada sore hari bisa diambil saat pagi hari berikutnya.

Dari sebanyak 80 batang pohon kelapa, ia berhasil memperoleh sekitar 100 liter air nira. Untuk menghasilkan air legen berkualitas dengan proses pengendapan air sadapan dan menyaring. Air legen yang berkualitas ditandai dengan warna bening seperti proses destilasi.

“Sisa proses pembuatan legen akan dibuat menjadi gula kelapa dengan proses memasak memakai kayu, selanjutnya dicetak memakai tabung bambu. Hasil produksi akan ditampung oleh pengepul,” terang Ihak saat ditemui Cendana News, Jumat (17/7/2020).

Air legen disebutnya memiliki khasiat kesehatan disamping rasa yang enak dan cita rasa yang khas. Tanpa pengawet, legen memiliki rasa manis alami yang menyegarkan.

“Legen murni memiliki warna bening dan sebagian keruh dengan aroma khas bunga kelapa, dipercaya juga sebagai penetralisir racun,” cetusnya.

Sekali menyadap air nira Ihak mengaku hanya mengambil rata rata 20 liter air legen. Sisanya sebanyak 80 liter akan dipergunakan untuk proses pembuatan gula kelapa.

Butuh waktu selama lima jam lebih memasak air nira hingga mengental. Selanjutnya mencetak menjadi gula kelapa dengan hasil sekitar 40 kilogram.

Produsen gula kelapa lain, Hasan menyebut permintaan air legen meningkat saat pandemi Covid-19. Sebab khasiatnya diyakini bisa meningkatkan stamina tubuh.

Meminum air legen sekaligus menjadi penyeimbang cairan tubuh usai melakukan aktivitas fisik. Mampu mencegah dehidrasi karena masih mengandung elektrolit yang berguna bagi tubuh.

“Elektrolit untuk megembalikan ion tubuh kerap diperoleh dari air kelapa muda, namun bisa dari legen yang diperoleh dari penyadapan manggar,” cetusnya.

Perkilogram gula kelapa di tingkat produsen dibeli seharga Rp14.000 per kilogram. Sementara air legen dijual per liter seharga Rp15.000. Oleh penjual kerap disajikan pergelas dengan harga Rp5.000 dengan campuran es batu agar lebih menyegarkan.

Hasil memproduksi legen dan gula kelapa dalam sekali produksi ia bisa mendapat omzet Rp500 ribu. Pemanfaatan pohon kelapa diakuinya meningkatkan nilai tambah bagi petani di wilayah tersebut. Jenis pohon kelapa hibrida yang memiliki batang rendah memudahkannya melakukan penyadapan untuk mendapatkan air nira.

Tumenggung Lekok, kepala Desa Hatta menyebut peningkatan ekonomi membutuhkan kreativitas. Ia mendukung warganya melakukan pemanfaatan tanaman kelapa untuk pembuatan legen dan gula. Lebih dari 10 pengrajin gula kelapa yang membuat legen ikut mendukung roda perekonomian di wilayah tersebut.

“Potensi alam yang ada bisa dimanfaatkan untuk pembuatan minuman kesehatan dan meningkatkan ekonomi,” cetusnya.

Lihat juga...