Kebumen Ajukan Geopark Karangsambung ke UNESCO

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Bupati Kebumen Yazid Mahfudz di kantornya, Kamis (23/7/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

KEBUMEN — Setelah mengantongi sertifikat sebagai Geopark Nasional pada tahun 2018 lalu, Geopark Karangsambung Karangbolong (GNKK) tahun ini akan diajukan untuk mendapat pengakuan sebagai UNESCO Geopark Global (UGG).

Bupati Kebumen Yazid Mahfudz mengatakan, jika Geopark Karangsambung menjadi UGG, maka akan banyak manfaat yang diperoleh warga. Karena GNKK akan dikenal hingga ke level dunia.

“Tentu dibutuhkan sinergitas dari semua kalangan, Pemkab Kebumen tidak bisa sendirian, namun butuh dukungan dari pihak swasta, badan usaha serta masyarakat Kebumen,” jelasnya, Kamis (23/7/2020).

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, saat ini konsep Geopark Karangsambung telah diakui sebagai konsep terbaik dalam hal pemanfaatan sumber daya geologi yang berkelanjutan. Hal ini akan memudahkan untuk menjadikan Geopark Karangsambung sebagai UGG.

“Informasi seputar GNKK harus lebih luas dipromosikan dan disosialisasikan melalui digital, sehingga segala potensi yang ada di Geopark Karangsambung akan tersebar luas,” terangnya.

Kawasan Geopark Karangsambung memiliki potensi geologi dan kekayaan alam yang sangat beragam. Mulai dari geologi, seni, budaya, flora, fauna dan wisata alam. Geopark Karangsambung membentang mulai dari kawasan cagar alam geologi Karangsambung di sebelah utara sampai dengan karst di pesisir selatan, yang mencakup 12 kecamatan dan 118 desa.

Ditambah lagi, di bagian utara juga terdapat kawasan cagar alam geologi Karangsambung dengan beragam jenis bebatuan. Di sebelah utara terdapat kawasan karst atau bukit kapur yang membentang luas.

“Kawasan Geopark Karangsambung ini mempunyai luas hingga 543.599 kilometer persegi,” kata Bupati.

Yazid menambahkan, meskipun saat ini masih di tengah situasi pandemi Covid-19, namun perencanaan harus tetap berjalan. Ia meminta agar para camat di sekitar lokasi geopark, mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Mulai lakukan sosialisasi dan libatkan para tokoh setempat dan yang tidak kalah pentingnya juga kaum milenial, supaya mereka mengenal Geopark Karangsambung,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kebumen, Azam Fatoni mengatakan, UNESCO Geopark Global yang ingin dicapai oleh Geopark Karangsambung yaitu merupakan area geografis terpadu dimana situs dan lanskap geologi internasional dikelola dengan konsep perlindungan holistik, pendidikan dan pembangunan berkelanjutan.

“Artinya jika Geopark Karangsambung menjadi UNESCO Geopark Globak, maka akan banyak keuntungan yang diperoleh masyarakat Kebumen, karena kawasan tersebut akan dikenal hingga ke level dunia. Secara ekonomi tentu akan berdampak terhadap masyarakat sekitar yang saat ini kondisinya terpukul akibat pandemi,” pungkasnya.

Lihat juga...