Dukung Gerakan Lamsel ‘Go Green’, Ribuan Bibit Didistribusikan

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Gerakan Lampung Selatan (Lamsel) Go Green didukung Pusat Persemaian Permanen Karangsari, Kecamatan Ketapang.

Agung Sutejo, koordinator pekerja pembibitan di Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai Way Seputih Way Sekampung (BPDAS WSS) menyebut telah didistribusikan sebanyak 507.500 tanaman kayu kayuan dan hasil hutan bukan kayu (HHBK).

Jenis tanaman kayu kayuan yang telah didistribusikan meliputi 18 tanaman. Terbanyak stok bibit sengon diproduksi 140.000 batang dengan distribusi mencapai 55.000 batang. Gaharu sebanyak 60.000 batang sudah terdistribusi 50.000 batang. Sebagian bibit tanaman lain meliputi cemara laut,meranti,medang dan jenis lain terdistribusi mulai 3.000 hingga 20.000 batang dari total 557.000 bibit tersedia.

Dukungan pendistribusian bibit untuk program penghijauan menurut Agung Sutejo melibatkan unsur pemerintah,TNI-Polri dan unsur terkait. Program penanaman pohon dilakukan untuk tanaman konservasi dan produksi didominasi tanaman HHBK. Sebanyak 343.000 bibit dari 9 jenis tanaman disediakan. Bibit tersebut meliputi vetivier,kelor,sirsak,petai,alpukat,nangka,kayu manis dan jengkol.

“Permintaan dari masyarakat selalu dipenuhi dengan alokasi bibit merata sehingga bisa menanam pohon kayu kayuan dan HHBK untuk keseimbangan lingkungan tanpa mengabaikan fungsi dan manfaat untuk sisi ekonomis,” terang Agung Sutejo saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (1/7/2020).

Jenis bibit tanaman kelor menurutnya disiapkan sebanyak 100.000 batang. Dari jumlah tersebut telah didistribusikan sebanyak 25.000 batang. Khusus untuk jenis bibit vetivier sebanyak 3.000 batang didatangkan dari wilayah Solo, Jawa Tengah. Berbagai jenis bibit tersebut menurutnya ditanam sebagai penahan longsor dan memiliki manfaat kesehatan.

Jenis tanaman produktif HHBK yang disediakan untuk masyarakat pemilik lahan berupa tanaman buah. Tanaman buah yang disediakan meliputi sirsak 90.000 batang, petai 60.000 batang, alpukat 25.000 batang, durian 40.000 batang, nangka 5.000 batang, kayu manis 5.000 batang dan jengkol sebanyak 15.000 batang.

“Penanaman sistem tumpang sari atau multi purpose tree species banyak dianjurkan untuk menjaga konservasi lingkungan,” cetusnya.

Kapten Inf Rudi Teguh, Danramil 421-03 Penengahan Lampung Selatan saat program penanaman pohon kelor di sejumlah desa yang berada di wilayah Koramil setempat, Rabu (1/7/2020). -Foto Henk Widi

Kapten Infanteri Rudi Teguh, Danramil 421-03/Penengahan menyebut pihaknya membagikan ribuan bibit kelor kepada masyarakat. Program go green yang digagas Pemkab Lamsel didukung oleh Kodim 421/LS menurutnya mendorong masyarakat memanfaatkan lahan. Jenis tanaman kelor atau moringa oliefera disebutnya telah didistribusikan pada sejumlah desa di wilayahnya.

Sebanyak 4.000 batang dibagikan ke Desa Kemumus, sebanyak 1.000 batang di wilayah Desa Pasuruan dan sebagian di desa lain. Mengajak masyarakat menanam kelor dan tanaman penghijauan telah digencarkan sebelum Covid-19. Sebab di sebagian wilayah kelor bisa dimanfaatkan untuk menekan angka terhambatnya pertumbuhan atau stunting.

“Koramil berkoordinasi dengan persemaian permanen memfasilitasi bibit untuk didistribusikan pada masyarakat,” cetusnya.

Madroi, Camat Ketapang menyebut masa penanaman harus digencarkan. Sebab sejak awal tahun hingga awal Juli curah hujan masih cukup tinggi. Kebutuhan air menurutnya sangat mendukung program penghijauan. Khusus wilayah Ketapang yang sebagian berada di wilayah Register I Way Pisang menjadi lahan yang perlu dikonservasi tanpa meninggalkan fungsi ekonomis.

Jenis tanaman produktif berupa tanaman kelor,tanaman buah menurutnya sangat dianjurkan. Sebab selain memiliki fungsi ekologis untuk konservasi lingkungan sejumlah tanaman bisa menghasilkan secara ekonomis. Sistem tumpang sari dianjurkan dengan melakukan penanaman tanaman pangan dan konservasi.

“Tanah yang kritis bisa dipulihkan sekaligus bisa menghasilkan komoditas bernilai ekonomi sumber penghasilan,”papar Madroi.

Suyatinah, salah satunya menanam cengkeh, alpukat, mangga dan tanaman lain. Semua jenis tanaman itu dimanfaatkan untuk menahan kondisi tanah dan bisa dijual untuk menghasilkan uang. Jenis tanaman cengkeh yang memasuki masa panen bisa menghasilkan puluhan kilogram buah. Harga puluhan ribu akan memberinya pemasukan setiap tahun setelah dijual.

Lihat juga...