Wanita Berperan Penting pada Sektor Pertanian di Lamsel
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Sektor pertanian di Lampung Selatan (Lamsel) didukung oleh peran serta wanita. Proses pembibitan berbagai jenis tanaman pertanian berupa bibit pohon buah, tanaman kayu dilakukan oleh sejumlah wanita.
Milah, salah satu pekerja wanita di Persemaian Permanen (PP) menyebut buruh semai sangat diperlukan dalam proses pembibitan. PP di bawah Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih Way Sekampung (BPDAS WSS) beroperasi setiap hari.
Sebanyak 35 pekerja Persemaian Permanen diakuinya 25 orang di antaranya merupakan wanita. Para buruh wanita tersebut melakukan sejumlah pekerjaan menyiapkan media tanam dari polybag, menyiapkan media tanam tanah, memindahkan bibit dari alat semai cetak. Saat distribusi bibit dilakukan para wanita memiliki tugas mengumpulkan bibit dalam kantong plastik.
Penyiapan media tanam dengan metode semai cetak akan dilakukan pekerja laki-laki. Namun ketika media semai cetak atau MSC telah siap sejumlah wanita akan melakukan pemindahan bibit.
Pemindahan bibit dilakukan dari nampan penyemaian pada bibit berukuran 10 cm ke dalam media semai cetak. Bahan dari tanah, pupuk, cocopeat, lempung akan menjadi media tumbuh hingga enam bulan.
“Buruh semai jadi pekerjaan utama sejumlah wanita di lokasi Persemaian Permanen selain itu tugas membersihkan bibit yang siap dipindahkan dari gulma rumput hingga distribusi bibit ke warga yang memesan bibit tanaman juga kami lakukan,” terang Milah saat ditemui Cendana News, Selasa (16/6/2020).
Memiliki tugas yang telah ditentukan oleh mandor pembibitan, Milah menyebut bekerja sebagai buruh di persemaian cukup menguntungkan. Sebab pekerjaan yang dilakukan bisa berada di area terbuka tepat di bawah sejumlah pohon peneduh.
Terkadang ia bekerja pada ruangan berpeneduh sehingga cukup nyaman. Pekerjaan tersebut lebih menguntungkan daripada berdiam di rumah.
Selain Milah, buruh persemaian lain bernama Atun menyebut telah bekerja sejak tahun 2014 silam. Jumlah pekerja wanita diakuinya akan bertambah saat dibutuhkan terutama saat pengisian media tanam polybag.
Media tanam polybag akan diisi dengan tanah yang telah dicampur cocopeat, tanah dan pupuk kompos. Dibutuhkan banyak tenaga kerja wanita saat proses mengisi media tanam.
“Selain mendapatkan ilmu tentang media tanam yang baik kami juga mendapatkan upah standar harian di sini,” terang Atun.
Atun menyebut sejumlah wanita yang tidak bekerja secara tetap di persemaian kerap menjadi buruh tanam padi dan jagung. Sesuai standar upah di wilayah tersebut dalam sehari sejumlah wanita mendapatkan upah sekitar Rp60.000 hingga Rp70.000. Selain proses penanaman jagung dan padi sejumlah wanita juga bisa menjadi tenaga pemanenan.
Eka Fitriana, staf administrasi sekaligus mandor distribusi menyebut tenaga kerja wanita sangat dibutuhkan. Sejumlah pekerjaaan saat proses penyiapan bibit dilakukan secara telaten.

Sebelum terjun dalam pekerjaan pembibitan sejumlah wanita menjalani kursus dan pelatihan. Sebab sebagian pekerjaan memindahkan bibit harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
“Tanpa kehati-hatian bibit berpotensi tidak tumbuh sempurna dan bahkan mati,” terang Eka Fitriana.
Pada masa pandemi Covid-19 saat lapangan usaha sulit diperoleh, buruh tanam pada persemaian permanen bisa jadi pilihan. Pada lahan seluas kurang lebih lima hektare di kawasan tanah register 1 Way Pisang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemberdayaan wanita dilakukan. Pelibatan wanita yang tidak memiliki pekerjaan ikut membantu sektor pertanian.
Sejumlah bibit yang disediakan rata-rata sejak tahun 2013 mencapai 2,5 juta batang. Sebagian bibit merupakan bibit tanaman pertanian produktif sekaligus jadi media untuk reboisasi. Jenis tanaman pertanian jengkol, petai, gaharu, nangka dan tanaman buah menghasilkan tanpa harus ditebang.
Peran kaum wanita yang jumlahnya mencapai puluhan pada Persemaian Permanen membantu penyediaan bibit. Rantai distribusi bibit menurut Eka Fitriana ikut mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
Sebab sebagian tanaman yang telah dibudidayakan menghasilkan komoditas bernilai ekonomi tinggi.