Walkot Semarang: Tiga Hari Cukup untuk Strerilkan Pasar dari Virus

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memastikan waktu tiga hari penutupa, cukup untuk melakukan steriliasi dan penataan kembali lapak. Hal tersebut ditegaskannya, seiring dengan penutupan sejumlah pasar tradisional di Semarang, di antaranya Pasar Karangayu dan Mangkang.

“Berbeda dengan orang, yang memerlukan waktu karantina hingga 14 hari, untuk mengetahui masa inkubasi Covid-19, untuk karantina wilayah, termasuk pasar, cukup tiga hari,” paparnya, di Semarang, Selasa (9/6/2020).

Dijelaskan, dalam waktu tiga hari tersebut, pihaknya melalui tim gugus tugas Covid-19 kota Semarang, melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi pasar atau karantina. “Begitu orang yang sakit sudah dikarantina, tempatnya juga disterilkan, sehingga harapannya lokasi tersebut bisa bersih kembali dari virus Covid dan bisa digunakan kembali,” tambahnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memastikan waktu tiga hari penutupan, cukup untuk melakukan steriliasi dan penataan kembali lapak di Pasar Karangayu dan Mangkang, Selasa (9/6/2020). –Foto: Arixc Ardana

Hendi juga menjelaskan, bagi seseorang yang terdeteksi tertular Covid-19 sejak awal, maka persentase kesembuhannya makin besar.

“Mereka langsung kita tangani, kita kuatkan imunnya, diberi terapi-terapi secara psikologis, obat, vitamin sehingga bisa segera sembuh. Namun kalau diketahuinya sudah telat, sudah kondisi berat, umumnya mereka yang seperti ini susah penyembuhannya,” lanjutnya.

Untuk itu, pihanya berharap masyarakat tidak perlu panik, jika dilakukan swab test masal dan hasilnya reaktif, justru dengan adanya tes tersebut, penanganan bisa dilakukan sejak awal.

Terpisah, Kepala UPT Pasar Mangkang Semarang, Suparjo, menuturkan, per Selasa (9/6/2020) aktivitas di pasar tersebut sudah dihentikan dan ditutup hingga Kamis (11/6/2020).

“Dari hasil tes swab yang dilakukan pada Kamis (4/6/2020) lalu, dari sekitar 50 sampel ada 8 orang yang reaktif Covid-19. Kemudian dilakukan tracing kepada 30 orang pedagang pada Senin (8/9/2020) kemarin, serta diputuskan dilakukan penutupan Pasar Mangkang selama tiga hari, untuk disterilisasi,” terangnya, di sela proses penyemprotan disinfektan di pasar tersebut.

Sementara, Lurah Wonosari, Kecamatan Mangkang, Utomo, menambahkan, tidak hanya area pasar yang ditutup, namun juga warung-warung disekitarnya.

“Ruko dan warung di sekitar pasar Mangkang, juga ikut kita sterilkan dan ditutup tiga hari juga. Sudah kita sampaikan, dan masyarakat bisa menerima,” pungkasnya.

Lihat juga...