Permintaan Ikan di Lamsel Meningkat, Untungkan Penyedia Bibit
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Minat masyarakat memelihara ikan hias dan ikan konsumsi menguntungkan pemilik usaha pembibitan atau benih ikan.
Gito, pemilik usaha pembenihan ikan air tawar menyebut permintaan dominan jenis ikan lele, gurame dan nila. Jenis lele mutiara yang bisa dipanen usia tiga bulan kerap jadi pilihan untuk dibudidayakan dalam skala rumah tangga.

Tren usaha pembesaran ikan air tawar jenis lele mutiara, gurame dan nila memberi peluang usaha berkesinambungan.
Sebab ia menyediakan benih dengan proses pemijahan pada sejumlah kolam alami seluas kurang lebih satu hektare. Selanjutnya benih atau bibit akan dibeli oleh pembudidaya skala pembesaran.
Sejumlah usaha skala pembesaran ikan selanjutnya akan menjual ke pemilik usaha warung makan. Rantai usaha yang sudah berjalan belasan tahun silam itu diakui Gito memberi peluang pendapatan ekonomi secara cepat.
Sebab Gito mendapatkan uang hasil penjualan bibit ikan, selain menjual ikan siap konsumsi yang disediakan pada kolam miliknya. Omzet rata-rata mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah per pekan.
“Kami sebagai para pelaku usaha sektor perikanan saling membantu menyediakan bibit, memperluas jejaring distribusi dan pelanggan sehingga perputaran bisnis lebih lancar. Sekaligus saling berbagi ilmu cara budidaya ikan air tawar secara efektif dan efisien,” terang Gito saat ditemui Cendana News, Selasa (16/6/2020).
Pembeli bibit ikan air tawar menurutnya memilih jenis ikan lele mutiara, nila dan gurame untuk pengisi waktu luang. Tren pembelian bibit ikan selama Covid-19 menurutnya meningkat.
Sebab sebagian pembudidaya memanfaatkan lahan dengan kolam tanah, kolam semen dan kolam terpal. Sebagian memanfaatkan sistem budidaya ikan bioflok yang lebih cepat panen.
Tren budidaya ikan air tawar untuk ketahanan ekonomi keluarga saat pandemi Covid-19 imbas sebagian warga bekerja dari rumah.
Memanfaatkan waktu secara produktif, budidaya ikan air tawar bisa digunakan untuk penyediaan lauk bagi keluarga. Sebagian pembudidaya memilih bibit cepat besar sehingga bisa dipanen usia dua bulan.
“Pembudidaya ikan untuk konsumsi sendiri kerap membeli bibit yang bisa dipanen usia dua bulan dengan sistem sortir,” terangnya.
Benih ikan lele mutiara disebut Gito dijual seharga Rp200 per ekor. Jenis ikan gurame seharga Rp2000 per ekor, jenis ikan nila seharga Rp250 per ekor dengan ukuran 5 cm.
Ia kerap menerima permintaan bibit ikan mencapai 1000 hingga 5000 ekor ikan sesuai kebutuhan pembudidaya. Permintaan akan dipenuhi dengan menyiapkan bibit pada kolam khusus yang siap diangkat saat akan dibeli.
Penyedia bibit ikan air tawar hias dan konsumsi bernama Hasan menyebut, tren permintaan meningkat. Ia menyediakan puluhan jenis ikan hias meliputi mas koki, cupang, sapu sapu, lemon, gupy dan jenis ikan hias lain. Ikan air tawar konsumsi yang disediakan menurutnya meliputi ikan lele mutiara, ikan gurame dan nila.
Ikan hias dominan diminati oleh para pehobi yang memelihara ikan untuk pengisi waktu luang. Sebab sebagian warga yang bekerja dari rumah menjadikan ikan hias untuk kegiatan pengusir kebosanan.
Pemilik usaha di Jalan RE. Martadinata, Teluk Betung, Bandar Lampung itu menyebut konsumen kerap berasal dari Pesawaran hingga Lamsel.
“Permintaan bibit ikan hias dan ikan konsumsi meningkat selama pandemi covid-19 karena warga banyak berada di rumah,” terangnya.
Hasan menyebut setiap benih ikan dijual mulai harga Rp5.000 per ekor hingga jutaan rupiah. Jenis ikan air tawar yang dibudidayakan untuk konsumsi dijual mulai harga Rp500 per ekor menyesuaikan ukuran.
Permintaan yang meningkat membuat ia menambah stok bibit ikan yang diperoleh dari usaha pemijahan di wilayah Pesawaran. Dari usahanya ia mendapat omzet jutaan rupiah per pekan.
Slamet, pembudidaya ikan lele mutiara mengaku jenis ikan tersebut bisa dipanen saat usia tiga bulan. Selain dikonsumsi sendiri ikan lele yang dibudidayakan dengan kolam terpal dijual ke warung makan.

Per kilogram ikan siap konsumsi dijual seharga Rp20.000 dengan isi 8 hingga 10 ekor. Budidaya ikan air tawar menurutnya memberi sumber penghasilan selama Covid-19.
Kegiatan budidaya ikan air tawar dengan kolam terpal diakui Slamet memanfaakan lahan terbatas. Lahan seluas puluhan meter persegi bisa dimanfaatkan untuk budidaya.
Hasilnya ia bisa memperoleh lauk tanpa harus membeli. Selain itu ia bisa menghasilkan uang dari penjualan ikan air tawar yang dibudidayakan.