Pemprov Sumbar Pertimbangkan Buka Sekolah Juli 2020

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat masih mempertimbangkan terkait rencana memulai proses belajar di sekolah pada Juli 2020 mendatang. Setidaknya dua pekan dari sekarang, pemerintah setempat terus memantau kondisi COVID-19 di seluruh daerah di Sumatera Barat.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, keputusan yang diambil terkait membuka sekolah dalam situasi pandemi COVID-19 perlu dipertimbangkan dengan matang. Sebab, ribuan siswa yang akan keluar rumah menuju sekolah, sementara di Kota Padang sendiri per harinya masih ada kasus positif COVID-19.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di sela kegiatan hari ini di Padang, Kamis (18/6/2020)/Foto: M. Noli Hendra

Sejauh ini Pemprov Sumatera Barat telah memiliki dua skenario untuk tetap belajar dari kondisi COVID-19, pertama melanjutkan situasi sebelumnya yakni belajar secara daring, dan yang kedua belajar di sekolah, tapi harus disesuaikan dengan aturan protokol penanganan COVID-19.

“Kita belum bisa memutuskan, apakah akan kembali membuka sekolah dan melaksanakan pembelajaran dengan sistem tatap muka atau tidak, nanti akan ada rapat kembali dengan Bupati Walikota di awal Juli,” katanya, Kamis (18/6/2020).

Gubernur menyatakan membuka atau tidak sekolah dalam situasi pandemi COVID-19 diputuskan Senin 15 Juli 2020 kemarin, namun rapat di hari itu belum juga membuahkan hasil kesepakatan. Khususnya antara kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota. Kini, Pemprov Sumatera Barat menegaskan kepastian soal sekolah, akan diketahui pada awal Juli 2020.

Adanya langkah kehatian-hatian Pemprov Sumatera Barat ini, demi untuk memikirkan kondisi para siswa juga. Meskipun Sumatera Barat telah berhasil mengendalikan sebaran wabah COVID-19 hingga sampai saat ini, namun kewaspadaan perlu untuk dilakukan.

“Untuk itu, awal Juli nanti kami akan kembali rapat untuk memutuskan hal ini. Banyak hal yang perlu dibahas, agar para siswa tinggal fokus belajar saja,” ujarnya.

Sembari menunggu awal Juli 2020 nanti, Irwan Prayitno menegaskan, pemantauan situasi COVID-19 pasti terus dilakukan. Sehingga apabila kurva tingkat penambahan kasus baru di Sumatera Barat menunjukkan tren penurunan hingga awal Juli, maka besar kemungkinan sekolah-sekolah akan kembali dibuka.

Sebaliknya, apabila tren yang terpantau justru menunjukkan kenaikan, maka pembelajaran melalui sistem dalam jaringan (daring) akan tetap dilanjutkan hingga situasi benar-benar sudah terkendali.

“Sebenarnya melihat pada penyebaran COVID-19 di Sumatera Barat bisa dibilang terkendali. Dan kalau seperti ini terus hingga tahun ajaran baru, maka ada peluang sekolah kembali dibuka,” ucap dia.

Kendati dari kini belum ada keputusan yang pasti, Pemprov Sumatera Barat akan menyiapkan sarana dan prasarana untuk menyelenggarakan pendidikan dalam situasi kenormalan baru yang sesuai dengan protokol penanganan CONVID-19. Pihaknya akan mengevaluasi penyelenggaraan itu tiap bulan.

“Setiap sekolah tetap mengikuti protokol kesehatan. Semuanya harus bebas dari COVID-19,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Gubernur mengaku bahwa telah ada Surat Edaran (SE) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang menerangkan tentang sekolah di bulan Juli itu hanya dibuka untuk sekolah yang ada di daerah zona hijau.

Pasalnya, menurut aturan Kemendikbud, zona hijau yang dimaksud adalah daerah yang sama sekali tidak pernah mencatatkan kasus positif COVID-19.

Menurutnya, bila mengikuti SE Kemendikbud itu, dapat dipastikan bahwa sekolah-sekolah di Sumatera Barat bakal tidak ada satu pun yang bisa dibuka. Sebab, wabah COVID-19 telah melanda seluruh daerah di Sumatera Barat.

“Jika diterapkannya daerah zona hijau di Sumatera Barat, tentunya kita tidak ada yang bisa buka kembali sekolah. Karena di Sumatera Barat , sudah seluruh daerah yang kena. Tapi kini sudah turun bakal ada yang zero,” sebutnya.

Irwan menilai kebijakan tentang sekolah. Hal ini juga nantinya menjadi pembahasan pada rapat awal Juli 2020 mendatang, yang akan dilakukan secara video conference bersama Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Barat.

Untuk itu, terkait zona hijau, Irwan Prayitno berjanji akan menanyakan hal tersebut kepada pemerintah pusat. Meski demikian, ia berpendapat bahwa apabila daerah yang bersangkutan tidak lagi mencatatkan kasus baru, atau dengan kata lain sudah bisa mengendalikan penyebaran COVID-19 , maka tidak ada salahnya untuk kembali membuka sekolah.

“Kalau kita sudah ada izin dari Kemendikbud, sekolah nanti akan diperketat untuk mengurangi kemungkinan siswa terpapar COVID-19,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Adib Alfikri, mengatakan, apabila nanti sekolah telah dibuka, maka pihak sekolah harus membatasi murid setiap kelas, yaitu separuh dari biasanya.

Selanjutnya pihak sekolah harus menyediakan wastafel untuk mencuci tangan, baik itu untuk siswa maupun untuk para guru. Serta di waktu belajarnya harus dipersingkat, mulai tiga hingga empat jam dengan dibuat sistem sif.

“Proses belajar mengajar wajib menggunakan masker. Datang ke sekolah hanya untuk belajar, jam sekolah selesai, siswa harus terus pulang, tidak ada jam bermain di sekolahnya,” tegasnya.

Adib menyatakan selain nanti perlu memastikan sekolahnya bersih dan aman dari kemungkinan wabah COVID-19, akan ada upaya untuk melakukan tes swab kepada seluruh guru di Sumatera Barat.

Lihat juga...