ORI017 Resmi Diluncurkan, Investasi Aman Ikut Bangun Negeri

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Ditjend Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko telah resmi meluncurkan Obligasi Negara Ritel seri 017 (ORI017). Penawaran surat berharga negara (SBN) dibuka sejak hari ini 15 Juni hingga 9 Juli 2020 mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Surat Utang Negara, Deni Ridwan, menyampaikan, ORI017 sengaja diluncurkan di tengah pandemi dalam rangka ikut membantu menutupi keran defisit negara yang diprediksi akan mencapai Rp1.028,6 triliun atau 6,72 persen dari PDB.

“ORI017 merupakan instrumen pembiayaan APBN, yang artinya hasil dari penerbitan ORI akan digunakan untuk pembiayaan APBN termasuk untuk penanggulangan dan pemulihan dari pandemi Covid-19.  Membeli ORI017 menandakan partisipasi langsung dari masyarakat dalam upaya pemulihan pembangunan dan perekonomian Indonesia,” terang Deni dalam kegiatan Webinar Launching ORI017, Senin (15/6/2020).

Peluncuran ORI017 juga dinilai sangat tepat dalam kondisi saat ini, karena masyarakat memerlukan investasi yang aman, mudah, terjangkau serta dapat dicairkan sebelum jatuh tempo.

“Ada tiga hal yang menjadi poin penting dari ORI017, pertama dana pokok investasi pasti aman, karena dijamin negara. Kedua, kuponnya cukup menarik, yakni 6,40 persen. Dan ketiga, dengan berinvestasi di ORI017 kita telah berpartisipasi membangun negeri,” tukas Deni.

Sementara itu, CEO ZaP Finance, Prita Ghozie, menambahkan, bahwa berinvestasi di ORI017 dapat menjadi alternatif bagi masyarakat  menyimpan dananya untuk keperluan tertentu dalam jangka panjang.

“Biasanya kita punya cara mengalokasikan anggaran untuk macam-macam kebutuhan. Tapi terkadang anggaran itu terpakai karena satu dan lain hal. Nah di ORI017 kita bisa menyimpan dana kita secara lebih aman, dan dijamin tidak terganggu karena tidak bisa ditarik dalam jangka waktu yang panjang,” tutur Prita.

Meski demikian, investasi di ORI017 tetap memungkinkan investor menarik kembali dananya, dengan menjualnya di pasar sekunder.

Sekedar tambahan, Pokok-pokok Ketentuan dan Persyaratan ORI017 adalah sebagai berikut:

1. Periode Registrasi: Setiap saat pada Mitra Distribusi yang telah ditetapkan.

2. Masa Penawaran: Pembukaan: 15 Juni 2020 pukul 09.00 WIB. Penutupan: 9 Juli 2020 pukul 10.00 WIB.

3. Bentuk dan Karakteristik Obligasi: Obligasi Negara tanpa warkat; dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan hanya antar investor domestik/lokal yang mengacu pada digit ketiga kode Nomor Tunggal Identitas Pemodal (Single Investor Identification/SID).

4. Tanggal Penetapan Hasil Penjualan: 13 Juli 2020.

5. Tanggal Setelmen: 15 Juli 2020.

6. Tanggal Jatuh Tempo: 15 Juli 2023.

7. Minimum Pemesanan: Rp1 juta.

8. Maksimum Pemesanan: Rp3 miliar.

9. Jenis Kupon: Kupon tetap (fixed rate).

10. Tingkat Kupon: 6,40 persen per tahun.

11. Holding Period: 2 periode pembayaran kupon dan dapat dipindahbukukan mulai tanggal 15 September 2020.

12. Pembayaran Kupon: Tanggal 15 setiap bulan.

13. Pembayaran Kupon Pertama Kali: 15 Agustus 2020.

Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di ORI017 saat ini sudah dapat melakukan registrasi dengan cara menghubungi 25 Mitra Distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online), yaitu;

1. PT. Bank Central Asia Tbk.
2. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.
3. PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
4. PT. Bank Permata Tbk.
5. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
6. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
7. PT Bank Maybank Indonesia Tbk.
8. PT Bank CIMB Niaga Tbk.
9. PT Bank OCBC NISP Tbk.
10. PT Bank Panin Tbk.
11. PT Bank DBS Indonesia.
12. PT Bank HSBC Indonesia.
13. PT Bank UOB Indonesia.
14. PT Bank Commonwealth.
15. PT Bank Danamon Indonesia, Tbk.
16. PT Bank Victoria International, Tbk.
17. PT. Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
18. PT. Danareksa Sekuritas.
19. PT Bahana Sekuritas.
20. PT Mandiri Sekuritas.
21. PT. Bareksa Portal Investasi.
22. PT. Star Mercato Capitale (Tanamduit).
23. PT. Nusantara Sejahtera Investama (Invisee).
24. PT Investree Radhika Jaya (Investree).
25. PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku).

Lihat juga...