Ombudsman Jateng: Posko Pengaduan Penyaluran Bansos Masih Dibuka
Editor: Koko Triarko
SEMARANG – Ombudsman Perwakilan Jateng masih membuka posko pengaduan penyaluran bantuan sosial (bansos) terkait Covid-19. Jika ada warga, khususnya di Jateng, yang menemukan, mengalami hambatan atau menjadi korban penyelewengan bantuan, dapat melaporkannya.
“Kita masih membuka posko pengaduan terkait bansos Covid-19, melalui nomor WA aduan 0811-998-3737. Sejauh ini dari 53 laporan yang masuk per 28 Mei 2020, sebanyak 47 di antaranya terkait bansos tersebut,” papar Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jateng, Siti Farida, di Semarang, Kamis (4/6/2020).
Dijabarkan, dari pengaduan tersebut terbanyak terkait pelapor belum terdaftar sebagai penerima bansos sebanyak 21 laporan, bansos belum diterima (15), bantuan tidak tepat sasaran (7), serta masing-masing satu laporan, terkait permasalahan dugaan penyalahgunaan wewenang dan prosedur oleh oknum petugas penyalur bantuan, hingga dana bansos yang diduga dipotong oknum petugas.
Sementara dari wilayah persebaran laporan, Kota Semarang sebanyak delapan laporan, kemudian Kabupaten Klaten (7), Brebes (5), Blora (3), Demak (3) serta sejumlah daerah lainnya.
“Sebelumnya kita juga sudah melakukan sidak terkait penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST). Kita juga minta kepada warga penerima bansos, untuk ikut mengawasi proses pencairan tersebut, bila ada kendala atau indikasi penyelewengan, bisa langsung melapor,” tambahnya.
Terkait kemungkinan salah sasaran penerima bantuan, Farida mengungkapkan hal tersebut memerlukan kroscek data langsung mulai dari tingkat RT, RW dan seterusnya.
“Kita juga akan bertemu dengan pemprov Jateng atau pun pemda, untuk meminta klarifikasi dalam waktu dekat ini, agar persoalan yang ada bisa diketahui sumbernya dan segera diselesaikan,” tandasnya.
Terpisah, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menandaskan, pihaknya siap menindak tegas jajarannya yang melakukan praktik korupsi di tengah pandemi. Bila ditemukan ada pihak yang melakukan korupsi, sanksinya tegas, dipecat dan diajukan ke meja hijau.
“Saya sangat serius terkait persoalan ini. Saya juga sudah ingatkan, minimal untuk mereka yang ada di Jateng, agar selalu menjaga integritas dalam penanganan Covid-19,” tegasnya.