Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah 36 Orang

Editor: Makmun Hidayat

DENPASAR — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar mencatat, terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar secara signifikan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, IDewa Gede Rai menegaskan, berdasarkan data  penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 36 orang yang merupakan transmisi lokal dan sebagian besar merupakan hasil tracing dan testing klaster Pasar Kumbasari.

“Data tersebut berdasarkan catatan per tanggal (18/6/2020) kemarin, di mana diketahui sebanyak 36 orang dinyatakan positif Covid-19 di Kota Denpasar akibat transmisi lokal, di mana sebanyak 23 orang yang sebelumnya menjadi OTG dinyatakan positif, 12 orang kasus positif baru dan 1 orang PDP dinyatakan positif Covid-19,” ujar Dewa Rai saat ditemui di kantornya, Jumat (19/6/2020).

Dia menambahkan, bahwa peningkatan kasus Covid-19 di Kota Denpasar saat ini didominasi oleh transmisi lokal. Sehingga kewaspadaan bersama harus terus ditingkatkan.

Menurutnya, tren kasus saat ini terus meningkat karena fokus GTPP untuk menemukan kasus, namun sembari itu berjalan, masyarakat diharapkan lebih waspada, karena siapa saja bisa jadi carier termasuk dalam lingkungan keluarga, untuk sementara jangan berkumpul dan lebih disiplin ikuti protokol kesehatan.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat ditemui di kantornya Jumat, (19/6/2020). -Foto: Sultan Anshori

Langkah ini menurut Dewa Rai merupakan salah satu upaya mempercepat pemutusan penularan Covid-19, sehingga nantinya masyarakat  bisa lebih cepat produktif dan aman di masa pandemi Covid-19. Pihaknya kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan. Peningkatan kasus akibat transmisi lokal belakangan ini menunjukkan tren semakin meningkat.  Hal ini memerlukan upaya disiplin dan sungguh-sugguh masyarakat.

“Kami berusaha untuk menelusuri kasus yang terjadi, sebab kalau  tidak terdeteksi,  ini bisa jadi ancaman akan penyebaran yang lebih luas dan nantinya bisa lebih membahayakan, namun partisipasi masyarakat untuk ikut mencegah sangat kami harapkan, minimal dengan menerapkan protokol kesehatan yang lebih disiplin,” imbuhnya.

Melihat perkembangan kasus  ini Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 tidak semakin meluas. Selain kasus positif, keberadan Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracking Tim Gugus Tugas Covid-19 bersama desa/kelurahan juga mengalami peningkatan dan menjadi ancaman penularan baru untuk itu perlu  tetap meningkatkan kewaspadaan.

Secara kumulatif Dewa Rai, menjelaskan kasus Covid-19 di Kota Denpasar sebanyak 277 kasus positif. Rinciannya adalah 104 sembuh, 2 orang meninggal dunia, dan 171 orang masih dalam perawatan.

Hasil tracking tim gugus tugas di Kota Denpasar secara kumulatif terdapat status Orang Tanpa Gejala (OTG) 1.312 kasus, namun  dinyatakan sehat setelah isolasi mandiri 438, sehingga tersisa 874 OTG. Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara akumulatif tercatat 312 kasus, namun sudah menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sehat sebanyak 276, sehingga masih tersisa 36 ODP.

“Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara akumulatif sebanyak 106 kasus, namun 36 orang sudah  dinyatakan negatif setelah menjalani swab test, sehingga tersisa 70 yang berstatus PDP,” kata Dewa Rai.

Sementara itu, untuk menekan penularan Covid 19 semakin banyak terjadi pada transmisi lokal, Desa Dangin Puri Kelod, Denpasar Utara, melakukan pendataan secara ketat kepada penduduk pendatang dan penduduk yang baru datang dari mudik.

Perbekel Desa Dangin Puri Kelod, Made mengatakan, pendataan harus dilakukan secara ketat mengingat penularan semakin banyak terjadi pada transmisi lokal. Sehingga bagi penduduk yang baru datang di wilayahnya wajib melapor dan melengkapi semua persyaratan sesuai surat edaran Walikota Denpasar yakni membawa hasil rapid test  nonreaktif dari daerah asalnya dan bersedia melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

“Jika ditemukan yang tidak memenuhi persyaratan tersebut kami akan menyerahkan ke Satpol PP Kota Denpasar untuk dilakukan tindakan selanjutnya,” tegasnya.

Menurutnya pendataan yang dilakukan pihak desa bersama pecalang, Linmas dan tokoh masyarakat sampai saat ini tercatat sebanyak 15 orang penduduk pendatang yang datang ke wilayahnya. Mereka saat didata telah melengkapi persyaratan dan bersedia melakukan isolasi mandiri.

Dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 pihaknya juga melakukan berbagai upaya lainnya seperti penyemprotan disinfektan, pembagian masker,  edukasi kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan.

“Agar tidak ada pelanggaran kami akan melakukan pencatatan secara ketat dan melakukan patroli. Dengan demikian, masyarakat tidak ada yang melanggar sehingga dapat mempercepat memutus mata rantai Covid-19,” tandasnya.

Lihat juga...