Hasil Tangkapan Ikan Nelayan Teluk Betung Melimpah

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Usai kondisi cuaca di perairan Teluk Lampung yang tidak bersahabat sejak dua pekan lalu, dominan dilanda angin kencang, gelombang pasang dan banjir rob, sejumlah nelayan tangkap jenis bagan congkel dan jaring rampus kembali melaut dan mulai mendapat tangkapan.

Husin, nelayan tangkap dengan perahu jaring rampus menyebut mendapat hasil tangkapan hingga enam kuintal. Jenis ikan yang diperoleh menurutnya meliputi kuniran, tengkurungan, kurisi, kakap, selar. Berbagai jenis ikan pelagis tersebut diperoleh dari wilayah perairan Pulau Legundi hingga Kepulauan Krakatau. Cuaca bersahabat mendukung nelayan tangkap mendapat hasil melimpah.

Hasil tangkapan nelayan Teluk Betung selanjutnya akan dibawa ke pusat pelelangan Gudang Lelang, Teluk Betung, Bandar Lampung. Harga ikan di pusat pelelangan menurutnya akan menyesuaikan proses lelang dipandu oleh juru lelang. Pembeli dominan merupakan distributor atau bos ikan serta pedagang ikan keliling yang dikenal dengan pelele.

“Berbagai jenis ikan hasil tangkapan oleh nelayan jaring rampus selanjutnya dijual dengan proses lelang, hasilnya lumayan setelah dua pekan istirahat tidak melaut imbas kondisi perairan tidak bersahabat,” terang Husin saat ditemui Cendana News, Kamis (18/6/2020).

Husin menambahkan selama masa pandemi Covid-19 nelayan menjadi salah satu sektor usaha terdampak. Namun ia menyebut belum mendapat relaksasi pinjaman yang digunakan untuk modal melaut. Ia juga menyebut tidak mendapat bantuan dari pemerintah berupa bantuan sosial tunai (BST) maupun bantuan lain. Melaut menjadi salah satu tumpuan mendapatkan sumber penghasilan.

Melimpahnya hasil tangkapan menurutnya akan digunakan untuk biaya operasional. Sebab sekali melaut hasil penjualan ikan akan dipergunakan untuk membayar utang bahan bakar, es balok dan gaji para bidak atau anak buah kapal. Memiliki pekerjaan sebagai nelayan disebutnya jadi pilihan karena sejak kecil ia terbiasa di laut.

Anjarsih (kiri) salah satu distributor ikan mengikuti proses pelelangan di gudang lelang,Teluk Betung,Bandar Lampung, Kamis (18/6/2020). -Foto: Henk Widi

Anjarsih, salah satu distributor ikan laut menyebut hanya mencari jenis ikan tongkol, tengkurungan dan selar. Ketiga jenis ikan tersebut dibeli melalui proses lelang. Setiap keranjang ikan hasil tangkapan nelayan akan dipilihnya sesuai dengan jenis. Ia membuka penawaran untuk satu keranjang ikan tongkol seberat 50 kiloggram. Ia memenangkan lelang dengan rata rata harga Rp22.000 per kilogram.

“Tiga jenis ikan laut yang saya peroleh dari hasil lelang akan dijual lagi pada lapak di pasar gudang lelang sebagian ke pasar lain di Bandar Lampung,” terangnya.

Melimpahnya hasil tangkapan nelayan diakui Anjarsih tidak berimbas harga ikan anjlok. Selama pandemi Covid-19 ia menyebut permintaan ikan stabil dengan harga normal. Beroperasinya sejumlah warung makan, restoran dan usaha kuliner selama adaptasi new normal membuat permintaan ikan stabil. Selain memasok sejumlah usaha kuliner distributor menjual ikan ke pedagang ikan keliling atau pelele.

Sarnubi, salah satu pedagang ikan di pasar Gudang Lelang,Teluk Betung, Bandar Lampung menyebut permintaan ikan stabil. Sempat kekurangan pasokan saat kondisi cuaca tidak bersahabat pedagang mendapat pasokan dari nelayan Teluk Betung. Harga sejumlah ikan laut tangkapan nelayan menurutnya stabil di angka Rp20.000 hingga Rp50.000 per kilogram sesuai jenis ikan.

“Selain ikan laut pasokan dari hasil budidaya ikan air tawar jenis nila,emas dan mujaer juga kami jual,” terang Sarnubi.

Jenis udang vaname yang kerap diminati konsumen menurutnya mulai sulit diperoleh. Sebab sejumlah tambak di Lampung Selatan dan Pesawaran sementara berhenti operasi. Meski demikian pilihan jenis ikan laut tongkol, simba, tengkurungan, selar dan ikan laut lainnya dengan mudah diperoleh. Selain memenuhi kebutuhan konsumen langsung ia juga memenuhi pemilik usaha kuliner dengan menu ikan laut.

Lihat juga...