Dinas Sarankan Petani di Banyumas Pilih Benih Padi Inbrida
Editor: Koko Triarko
PURWOKERTO – Di tengah pandemi Covid-19, sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan harus tetap berjalan. Dan, pemilihan benih tanaman menjadi hal yang penting karena menjadi kunci keberhasilan panen.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas, menyarankan agar para petani menanam benih Padi Inbrida. Sebab, benih padi tersebut bisa bertahan dalam kondisi minim air , sehingga cocok untuk ditanam menjelang datangnya musim kemarau.
“Saat ini mau masuk musim kemarau, bahkan sebagian wilayah sudah masuk musim kering, sehingga petani harus pandai-pandai memilih benih tanaman dan kita sarankan untuk memilih benih Padi Inbrida,” kata Kepala Dinpertan KP Kabupaten Banyumas, Widarso, Senin (8/6/2020).

Lebih lanjut Widarso menjelaskan, Padi Inbrida juga diharapkan mendukung ketahanan pangan, karena pada pola tanamnya bisa dirapatkan. Sehingga dalam satu area lahan yang luasnya sama, Padi Inbrida bisa lebih banyak ditanam dibanding jenis padi lainnya.
“Untuk peningkatan produktivitas hasil pertanian, Padi Inbrida sangat disarankan, karena bisa ditingkatkan kerapatan tanaman,” tuturnya.
Dinpertan KP juga memberikan benih padi tersebut kepada para petani, sebagai uji coba pertama. Total ada 137.500 kilogram benih yang diberikan.
Widarso mengatakan, petani merupakan garda terdepan dalam hal ketahanan pangan, sehingga di tengah pandemi Covid-19 ini petani harus diberikan stimulus dengan benih yang bagus dan berkualitas, supaya mereka mau melakukan percepatan tanam dalam rangka menjaga ketersediaan pangan.
“Dari hasil panen kemarin, stok pangan kita sebenarnya sudah aman, namun harus tetap ada keberlanjutan stok pangan,” katanya.
Sementara itu, salah satu petani di Kecamatan Sokaraja, Sudarsono, mengatakan selain tahan di musim kemarau, jenis Padi Inbrida juga merupakan salah satu padi yang usia tanamannya relatif lebih pendek dibanding padi jenis lainnya.
“Setahu saya, jenis Padi Inbrida ini panennya lebih cepat dan kebutuhan airnya tidak terlalu banyak, selain itu daya tahannya terhadap serangan hama juga cukup bagus, sepanjang didukung oleh pemupukan yang benar,” tuturnya.
Sudarsono mengakui, selama pandemi ini ia tidak bisa maksimal menggarap sawahnya, karena banyak buruh tani yang berhenti bekerja. Sehingga bantuan benih padi yang diberikan pemerintah sangat membantunya, untuk memulai masa tanam selanjutnya. Sebab, modal yang dikeluarkan untuk tanam padi cukup banyak, selain membeli bibit juga harus membeli pupuk.