DCML Trirenggo Berkomitmen Wujudkan Kemandirian Pangan Desa
Editor: Makmun Hidayat
YOGYAKARTA — Seperti halnya di Desa Argomulyo, Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Trirenggo yang juga merupakan desa binaan Yayasan Damandiri menggelar Musyawarah Desa (Musdes) guna membangun, mengembangkan serta mewujudkan kemandirian pangan desa.

Diinisiasi dan didukung Yayasan Damandiri, melalui Musdes ini masyarakat DCML Trirenggo akhirnya sepakat membentuk Tim Kelompok Kerja Pengembangan Kemandirian Desa. Pokja ini diisi berbagai kalangan mulai dari tokoh masyarakat, koperasi desa, perangkat desa, PPL tingkat kecamatan, hingga Kelompok Tani Muda serta Karang Taruna.
Sekretaris Pokja Pengembangan Kemandirian Desa Trirenggo, yang juga Manager Koperasi Gemah Ripah Trirenggo, Ambyah, mengatakan misi utama Pokja ini adalah meningkatkan kualitas SDM serta produksi pertanian, peternakan maupun perikanan guna mencapai kemandirian pangan di Desa Argomulyo.
“Desa Trirenggo ini sebenarnya memiliki potensi besar di sektor pertanian, karena masyarakat desa mayoritas merupakan petani. Hampir semua warga menamam padi. Dengan lahan yang luas serta irigasi yang bagus, produksi padi di Trirenggo sebenarnya sudah lumayan. Meski begitu masih perlu ditingkatkan,” katanya di sela Musdes berlokasi di Balai Desa Trirenggo, baru-baru ini.
Menurut Ambyah, kemandirian pangan desa perlu segera diwujudkan untuk mengantisipasi potensi terjadinya krisis pangan. Mengingat saat ini muncul kecenderungan menurunnya ketersediaan pangan sebagai dampak pandemi Covid-19, maupun potensi atau perkiraan akan terjadinya kemarau panjang yang dapat menimbulkan krisis pangan di masa yang akan datang.
“Karena berbagai alasan itulah Yayasan Damandiri mendorong kita agar menyusun perencanaan program terkait kemandirian pangan. Nantinya Koperasi DCML akan menjadi pelaksananya,” ungkapnya.
Dengan adanya kemandirian pangan diharapkan ketersediaan pangan bagi masyarakat desa akan bisa terjamin. Termasuk juga turut menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat, yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Desa Trirenggo.
“Setelah menyepakati untuk mewujudkan kemandirian pangan dengan membentuk tim pokja (kelompok kerja) pada musdes pertama, nantinya akan dilanjutkan musdes kedua. Yakni untuk menentukan program strategi sekaligus action dalam mencapai kemandirian pangan desa,” katanya.