Bansos Covid-19 Bendung Kenaikan Angka Kemiskinan

Editor: Koko Triarko

Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, dalam rapat kerja dengan Komisi XI di Gedung DPR RI, di Jakarta, Senin (22/6/2020). -Foto: Amar Faizal Haidar

JAKARTA  – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas), Suharso Monoarfa, bersyukur program pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi mendapat restu dari berbagai pihak, terutama DPR RI. Pasalnya, bila tidak ada intervensi, pandemi Covid-19 berpotensi menambah angka kemiskinan menjadi 28,69 juta jiwa.

“Tanpa intervensi, kira-kira tingkat kemiskinan akan mencapai 10,63 persen dari total populasi penduduk nasioanl, naik sekitar 4 juta orang dari 24 juta (data BPS 2019) menjadi 28 juta orang,” ujar Suharso dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR Jakarta, Senin (22/6/2020).

Suharso menjelaskan, bahwa peningkatan angka kemiskinan tersebut dipicu terhentinya aktivitas ekonomi masyarakat yang berdampak pada melebarnya angka pengangguran baru, dan pada gilirannya juga meningkatkan jumlah angka kemiskinan.

“Perkiraan tersebut juga dibuat dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini. Proyeksi Bappenas, laju ekonomi tahun ini akan berada di kisaran 1 persen sampai minus 0,4 persen,” tandas Suharso.

Untuk membendung kenaikan angka kemiskinan tersebut, pemerintah sudah memberikan berbagai kebijakan perlindungan sosial sebelum pandemi Corona melanda Tanah Air. Berbagai kebijakan perlindungan sosial itu pun kemudian ditingkatkan sejak pandemi Covid-19 meluas di dalam negeri.

Kebijakan itu antara lain, Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, dan lainnya. Bahkan, pemerintah turut menambah program Bantuan Sosial Tunai (Bansos Tunai), Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa, Kartu Prakerja, hingga gratis dan diskon listrik bagi masyarakat miskin.

“Hal ini akan memberi dampak bagi penurunan jumlah penduduk miskin sekitar 1,2 juta sampai 2,7 juta dari jumlah pada 2019. Atas asumsi ini, bila tidak ada intervensi lain dari pemerintah, maka jumlah penduduk miskin di Indonesia akan mencapai 26,2 juta sampai 27,5 juta orang,” tukas Suharso.

Jumlah itu, lanjutnya, setara dengan 9,7 persen sampai 10,2 persen dari total populasi Indonesia pada tahun ini. “Dengan ini, mudah-mudahan kenaikan bisa ditekan di bawah 1 juta, sehingga rasio masih bisa dijaga mendekati satu digit,” katanya.

Sementara untuk tahun depan, pemerintah optimis bisa mengembalikan laju tingkat kemiskinan ke satu angka, sejalan dengan masuknya fase pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi. Targetnya, tingkat kemiskinan bisa berada di rentang 9,2 persen sampai 9,7 persen pada 2021.

Lihat juga...